Warga Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Ini Gantung Diri di Pohon Mangga Tetangganya

Ngadiman, warga Dukuh Gondang, Joho, Mojolaban, Sukoharjo, ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (12/1/2019). Ia bunuh diri di pohon mangga tetangganya.

Warga Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Ini Gantung Diri di Pohon Mangga Tetangganya
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Jenazah Ngadiman setelah ditemukan tewas gantung diri Dukuh Gondang, Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (12/1/2019) pagi. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ngadiman (53) warga Dukuh Gondang , Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Jateng, ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (12/1/2019) pagi.

Ngadiman bunuh diri menggunakan sarung motif kotak-kotak yang diikatkan di sebuah pohon mangga di halaman rumah tetangga.

Pantauan TribunSolo.com, tewasnya Ngadiman ini menggerkan warga sekitar, yang kemudian melapor ke Polsek Mojolaban.

Keterangan yang diperoleh petugas Polsek Mojolaban, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena penyakit TBC yang ia derita tak kunjung sembuh.

Viral Foto Warga Gantung Diri dengan Tangan Terikat di Boyolali, Ini Penjelasan Polisi

Menurut Kapolsek Mojolaban, AKP Priyono, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Ngadiyem (50). 

 "Saat itu Ngadiyem mencari suaminya yang tidak ada di kamarnya, lalu mencari suaminya hingga ke luar rumah," katanya kepada TribunSolo.com.

Sampai akhirnya Ngadiyen mencari hingga ke rumah tetangga yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

Tak disangka, Ngadiyem menemukan suaminya yang sudah tidak bernyawa tergantung di sebuah pohon mangga.

Suyatmi Mengaku Dianiaya Menggunakan Palu dan Pisau oleh Pengusaha Jenang Dodol di Sukoharjo

"Ngadiyem yang terkejut langsung berteriak histeris, yang didengar warga sekitar," kata AKP Priyono.

Warga langsung mengerumuni tempat tersebut, dan sebagian  melapor ke Polsek Mojolaban.

"Hasil sementara pemeriksaan Dokter Novida, ditemukan luka gores sepanjang 1 cm karena korban terbentur saat memanjat pohon mangga tersebut," katanya.

Hasil pemeriksaan lain tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Dua Sekolah di Sukoharjo Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

"Korban murni meninggal karena gantung diri," kata AKP Priyono.

Jasad korban lalu dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved