Jelang Puncak Penghujan, Komisi II DPRD Solo Minta BPBD dan Warga di Kawasan Rawan Banjir Waspada

Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto mengungkapkan, ada sejumlah titik di bantaran Bengawan Solo yang rawan kebanjiran.

Jelang Puncak Penghujan, Komisi II DPRD Solo Minta BPBD dan Warga di Kawasan Rawan Banjir Waspada
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Salah satu titik terdampak hujan deras di Putat, Kelurahan Sewu, Jebres, Surakarta, Kamis (8/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menghadapi puncak musim penghujan yang sebentar lagi datang, Komisi II DPRD Solo meminta sejumlah elemen mulai mempersiapkan diri.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto mengungkapkan, ada sejumlah titik di bantaran Bengawan Solo yang rawan kebanjiran.

Hanya saja menurut dia, setelah dibuat parapet atau dinding di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), jika ada luapan bisa tertahan.

"Namun tetap saja kami minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo dan masyarakat waspada," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Senin (14/1/2019).

BPBD Solo menurut legislator dari Partai Demokrat itu diharapkan memperkuat pemetaan wilayah rawan yang berada di cekungan, karena selama ini dinilai menjadi daerah rawan banjir.

Di antaranya lanjut dia di kawasan Kecamatan Pasar Kliwon hingga Jebres.

"Selian itu, sosialisasi meningkatnya intensitas hujan dan patroli harus ditambah, agar masyarakat benar-benar memahaminya," harap dia.

Bahkan dia menambahkan, terkait alat evakuasi, tempat evakuasi, relawan hingga dapur umum juga segera dipersiapkan untuk menghadapi puncak penghujan pada Januari-Februari ini.

"Harus matang, soalnya ada kawasan langganan banjir, berada di cekungan dan dekat Bengawan Solo," terangnya. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved