​UNS Solo Berangkatkan 1.756 Mahasiswa untuk KKN, 19 di Antaranya ke Malaysia

UNS Solo melalui Unit Pengelola Kuliah Kerja Nyata (UP KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) memberangkatkan 1.756 mahasiswa

​UNS Solo Berangkatkan 1.756 Mahasiswa untuk KKN, 19 di Antaranya ke Malaysia
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi (kanan) saat memakaikan topi kepada salah satu mahasiswa (kiri) saat upacara pelepasan KKN periode X, Selasa (15/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melalui Unit Pengelola Kuliah Kerja Nyata (UP KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) memberangkatkan 1.756 mahasiswa untuk melakukan KKN di sejumlah daerah.

Pelepasan KKN periode X ini dilakukan oleh Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi, Selasa (15/1/2019) pagi.

Ketua LPPM UNS Solo, Sulistyo Saputro dalam laporannya mengatakan KKN pada periode X ini tersebar ke dalam 13 Kabupaten di Jawa Tengah, 5 Kabupaten di Jawa Timur, 1 kabupaten di Jawa Barat dan 13 Kabupaten di Luar Pulau Jawa.

“Jumlah total lokasi yang digunakan dalam pelaksanaan KKN periode X mencakup 151 Desa, 42 Kecamatan, 33 Kabupaten dan 14 Provinsi baik di Jawa maupun Luar Jawa,” kata dia.

Mantan Kekasih Baim Wong, Luthya Sury Telah Bertunangan, Intip Potretnya

“Serta satu kelompok KKN yang terdiri dari 19 mahasiswa melakukan KKN di Sabah, Malaysia,” imbuh dia.

Dalam KKN periode ini, kata Sulistyo, ada beberapa tema yang diusung.

Di antaranya peningkatan ekonomi kreatif dan potensi pariwisata, peningkatan sumber daya manusia dan sumber daya alam bidang kesehatan, pertanian, ekonomi, pendidikan, pariwisata dan potensi lokal, dan Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM.

Rektor UNS Solo, Ravik berpesan kepada mahasiswa yang menjalankan KKN untuk tidak menggurui masyarakat melainkan belajar bersama masyarakat dengan prinsip kemitraan.

Mantan Kekasih Baim Wong, Luthya Sury Telah Bertunangan, Intip Potretnya

“Masyarakat memiliki potensi yang luar biasa besar, namun optimalisasi potensi itu masih perlu dikembangkan melalui tema-tema yang berbasis lokasi, untuk itu  peran  mahasiswa  dibutuhkan  dalam  hal  memberi  solusi melalui model kemitraan dengan masyarakat,” kata Ravik.

Rektor juga meminta agar para mahasiswa selalu berinovasi dan berkreasi berdasar potensi setempat sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved