Pemkot Solo Catat Sebanyak 66 Perusahaan Terdaftar dalam OSS di Awal 2019

Pemerintah Kota Surakarta (Pemkot) Surakarta menyebut sebanyak 948 perusahaan terbukukan dalam Online Single Submission (OSS).

Pemkot Solo Catat Sebanyak 66 Perusahaan Terdaftar dalam OSS di Awal 2019
TRIBUNSOLO.COM/PUTRADI PAMUNGKAS
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surakarta, Toto Amanto, Selasa (14/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Surakarta (Pemkot) Surakarta menyebut sebanyak 948 perusahaan terbukukan dalam Online Single Submission (OSS).

Dan data tersebut dihimpun sejak pemberlakuan OSS di pertengahan Agustus 2018.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta, Toto Amanto menyatakan pada awal 2019 perusahaan yang terdaftar 0SS sebanyak 66 perusahaan.

"Data tersebut terakhir dihimpun pada Rabu (16/1/2019) siang," katanya kepada Tribunsolo.com, saat ditemui di kantornya, Rabu (16/1/2019).

Debat Perdana Capres Kamis (17/1/2019) Malam Nanti Diamankan 2.000 Personel Gabungan TNI/Polri

Pihaknya berujar perusahaan yang terdaftar dalam OSS antara lain sudah memenuhi persyaratan minimal di tiga tahap.

Dan sebenarnya untuk tahapannya terdiri dari lima hal, antara lain tahap pertama prosedur akta pendirian, komitmen ijin usaha, komitmen komersial, dan selesai.

Untuk sektor perusahaanya beragam, di antaranya perdagangan, industri, dan hotel.

Seiring dengan optimalisasi penerapan OSS, DPMPTSP Kota Surakarta menyatakan sepanjang 2018 realisasi investasi Kota Solo sebesar Rp 30 triliun.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Diundang ke Acara Serah Terima Pembangunan Kandang Satwa Liar TSTJ

Toto juga berujar membandingkan jika pada periode Januari-Agustus 2018 angka realisasi investasi di Kota Solo sekitar Rp 1,4 triliun.

Di OSS, yang masuk penghitungan investasi setiap jenis usaha, mulai dari angka investasi bangunan atau gedung, mesin peralatan, mesin peralatan impor, pembelian dan pematangan tanah, serta investasi lain-lain.

"Dengan demikian, ada beberapa jenis aset yang berpotensi dihitung ganda, maka dari itu di akhir tahun realisasi tersebut melonjak," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved