DPRD Solo Minta DLH Boyolali-DLH Solo Berkoordinasi Selesaikan Kasus Limbah Babi

Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto berharap permasalahan warga di wilayahnya karena limbah babi dari daerah lain ini segera selesai.

DPRD Solo Minta DLH Boyolali-DLH Solo Berkoordinasi Selesaikan Kasus Limbah Babi
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Perwakilan petugas dari DLH Boyolali meninjau bendung Kali Anyar di Solo, Senin (14/1/2019). Sejak beberapa waktu lalu muncul bau menyengat diduga karena limbah kotoran babi dari Boyolali, di Dukuh Ngipang RT 08 RW 28 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisi II DPRD Solo menyambut baik tindakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali mengecek lokasi bendung Kali Anyar di Kota Solo yang terdampak limbah kotoran babi diduga dari wilayah Kabupaten Boyolali.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, peninjauan tersebut dilakukan setelah dewan melayangkan protes ke DLH Solo agar menyelesaikan limbah kotoran babi di Ngipang RT 08 RW 28 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

"(Setelah itu) baru DLH Solo bersurat ke DLH Boyolali," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (20/1/2019).

'Makanya kami menyambut baik ada koordinasi," ujarnya menambahkan.

Informasi yang diperoleh TribunSolo.com, peninjauan itu dilakukan pihak DLH Kabupaten Boyolali pada Senin (14/1/2019).

Supriyanto berharap permasalahan yang membelenggu warga di wilayahnya karena limbah babi dari daerah lain ini segera tuntas.

Apalagi sejak ditinjau beberapa waktu lalu, banyak warga berharap permasalahan limbah babi terselesaikan.

"Kami pantau terus sampai tuntas, tetapi untuk saat ini secara teknis ada pada DLH," ungkap dia.

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, warga merasakan bau menyengat karena limbah kotoran babi diduga dari wilayah Boyolali dialirkan ke Kali Anyar di Ngipang RT 08 RW 28 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Akibatnya banyak orang di sekitar aliran sungai yang akrab disebut Kali Pleret itu, mengalami pusing-pusing dan mual saat menghirup udara. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved