Ada Pemekaran Kelurahan di Solo, DKK Tidak Tambah Jumlah Puskesmas

Pemekaran tiga kelurahan di Kota Solo tidak diikuti dengan penambahan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Ada Pemekaran Kelurahan di Solo, DKK Tidak Tambah Jumlah Puskesmas
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Sekretaris DKK Solo, Purwanti (kanan), Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemekaran tiga kelurahan di Kota Solo tidak diikuti dengan penambahan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Puskesmas yang ada dinilai masih dapat melayani warga tanpa perlu menambah jumlah puskesmas.

"Itungannya satu puskesmas melayani 30 ribu penduduk, dan saat ini masih cukup," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Purwanti, Rabu (23/1/2019).

Adapun tiga kelurahan baru tersebut yaitu kelurahan Mojo, Joglo dan Banjarsari.

Dewi Perssik Penuhi Panggilan Polisi Terkait Tuntutan Rosa Meldianti

Kelurahan Mojo merupakan pemekaran dari kelurahan Semanggi, sedangkan kelurahan Joglo dan Banjarsari adalah pemekaran dari kelurahan Kadipiro.

"Jadi yang di Mojo ke Semanggi, dan yang lainnya ke Banjarsari," ujarnya.

Menurutnya 17 puskesmas di Solo masih ideal untuk melayani warga.

Banjir Sulawesi Selatan, 9 Orang Meninggal dan 7 Orang Hilang

“Luas wilayahnya kan tetap, hanya saja jumlah kelurahan bertambah, ketika satu puskesmas digunakan melayani 30.000 warga, maka masih cukup," ujar Purwanti.

Kota Solo memiliki 17 puskesmas yang tersebar di lima kecamatan.

Setiap puskesmas menangani sekitar enam kelurahan. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved