PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tegaskan Perusahaan Produsen Snack Taro Tidak Pailit

Budiyanto SH, Corporate Legal Manager PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Group menyatakan Tribun salah memberitakan perseroannya mengalami pailit.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tegaskan Perusahaan Produsen Snack Taro Tidak Pailit
Kontan/Daniel Prabowo
Ilustrasi Taro Snack, produksi PT Putra Taro Paloma (Perseroan), entitas anak PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Group (TPSF Group). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -  PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Group (TPSF Group) menyatakan keberataan atas berita yang dinilai tidak akurat sehingga merugikan entitas anak TPSF Group yaitu PT Putra Taro Paloma (Perseroan), produsen snack Taro.

Adapun pemberitaan itu antara lain ditayangkan TribunSolo.com pada Senin, 14 Januari 2019 pukul 12:52 WIB berjudul Produsen Snack Taro Dinyatakan Pailit, Terlilit Utang Hampir Mencapai 500 Miliar Rupiah.

Demikian penegasan Budiyanto SH, Corporate Legal Manager PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Group, dalam somasi dan hak jawab yang disampaikan secara tertulis, Rabu (23/1/2019).

"Tribun telah secara salah memberitakan bahwa Perseroan telah berada dalam keadaan pailit," kata Budiyanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Budiyanto, PT Putra Taro Paloma (Perseroan) yang merupakan produsen snack Taro tidak pailit melainkan masuk proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

Perusahan Teh Celup Sariwangi Dinyatakan Pailit setelah Terjerat Utang Rp 1,5 Triliun

"Dalam pemberitaan yang dimuat itu terang benderang diketahui bahwa dalam pemberitaan Tribun tidak ada satupun pernyataan (statement) ataupun isi putusan pengadilan yang dikutip, yang menyatakan Perseroan berada  dalam keadaan PAILIT," tulisnya.

"Karena itu, pemberitaan Tribun yang mewartakan produsen snack Taro dinyatakan pailit adalah sesat dan menyesatkan (misleading, Red)."

"Serta sangat merugikan dan mengganggu jalannya proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Red) yang sedang dijalani Perseroan saat ini akibat pemberitaan salah yang patut diduga dilakukan secara sengaja oleh Tribun," katanya.

Budiyanto menyayangkan pemberitaan yang ditayangkan itu mengutip fakta-fakta/data yang terjadi pada Oktober 2018, yang menurutnya jauh dari nilai-nilai aktual sebuah pemberitaan.

Pemilik PT Abu Tours & Travel, Hamzah Mamba dan Istrinya, Dinyatakan Pailit oleh PN Makassar

Padahal, katanya, sejak Oktober 2018 sampai  Januari 2019 sekarang, terdapat perubahan-perubahan fakta/data terkait dengan pemberitaan itu.

"Karenanya kami sangat menyayangkan tindakan Tribun yang tidak melakukan verifikasi/cross check kepada TPSF Group sebelum pemberitaan Tribun tersebut ditayangkan," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa PKPU dan pailit merupakan dua hal yang berbeda dan memiliki implikasi hukum yang berbeda pula.

"Sangat diharapkan agar penulis/editor/wartawan Tribun ke depannya berhati-hati dalam memilih terminologi hukum yang dipakai mengingat PKPU dan Pailit merupakan dua hal yang berbeda dan memiliki implikasi hukum yang berbeda pula," ucapnya menegaskan. (*)

Penulis: Junianto Setyadi
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved