Tarif Bagasi Mahal, Load Factor Bandara Adi Soemarmo Solo Turun 50 Persen

Pengenaan tarif kargo maskapai penerbangan Lion Air rupanya mempengaruhi signifikan penurunan load factor penumpang di Bandara Adi Soemarmo.

Tarif Bagasi Mahal, Load Factor Bandara Adi Soemarmo Solo Turun 50 Persen
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pengenaan tarif kargo maskapai penerbangan Lion Air rupanya mempengaruhi signifikan penurunan load factor penumpang di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Hal tersebut dikemukakan oleh Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono, dalam inspeksi mendadak (sidak), Rabu (23/1/2019).

"Adanya pengenaan tarif cargo ini, dari data yang kami himpun dari sidak bahwa load factor maskapai penerbangan mengalami penyusutan permintaan sampai 50 persen," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (23/1/2019).

Terkait hal itu, dalam minggu ini pihaknya akan segera memanggil maskapai terkait untuk memperoleh penjelasan terkait alasan pengenaan tarif bagasi.
    
"Karena memang ini memberatkan masyarakat," tuturnya.

Walaupun memang ada Undang-undang yang mendasari.

"Namun apabila itu memberatkan masyarakat sudah menjadi tugas kementerian untuk mengevaluasi kebijakan tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan saat ini baru Lion Air yang menerapkan tarif bagasi.

Pihaknya menyebut pemerintah tidak bisa melarang maskapai untuk menerapkan tarif bagasi khususnya untuk low cost carrier (LCC).

Pada aturan tersebut, dikatakannya, pengenaan tarif bagasi berlaku untuk berat bagasi di atas 7 kilogram (kg). (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved