BPJS Ketenagakerjaan Solo Dorong Kepesertaan Pegawai Magang, Siswa Kerja Praktek, dan Honorer

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta terus mengedukasi terkait pentingnya sebuah jaminan sosial di sektor pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan Solo Dorong Kepesertaan Pegawai Magang, Siswa Kerja Praktek, dan Honorer
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kegiatan diseminasi program di Solo Paragon Hotel, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Surakarta terus mengedukasi terkait pentingnya sebuah jaminan sosial di sektor pekerja.

Khususnya di sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yakni kepada tenaga kerja magang atau siswa kerja praktek ataupun honorer.

Khususnya yang bekerja di institusi kesehatan seperti mahasiswa sekolah tinggi kesehatan, keperawatan, farmasi, staf admin, atau dokter koas.

Rafik Ahmad selaku Kepala Bidang Pemasaran Peserta Bukan Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta berujar pada tahun 2018, jumlah tenaga kerja BPU yang diakuisisi oleh BPJS Ketenagakerjaan wilayah Solo Raya sebanyak 49.221 tenaga kerja.

Pemkot Surakarta Terus Dorong Masyarakat Jadi Peserta BPJS Kesehatan

"Di mana 65 persen di antaranya terdaftar di Kota Surakarta," katanya melalui rilis yang diterima TribunSolo.com, Jumat (25/1/2019).

Dan materi tentang pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk sektor BPU tersebut disampaikan melalui kegiatan diseminasi program, di Solo Paragon Hotel, Kamis (24/1/2019).

Sesuai dengan Permenaker RI No 1 Tahun 2016, pemberi kerja, termasuk institusi kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan Puskesmas, wajib mendaftarkan pekerja magang, siswa kerja praktek, serta tenaga honorer sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Program yang wajib didaftarkan untuk sektor BPU adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), sedangkan program Jaminan Hari Tua (JHT) bersifat opsional," ujarnya.

Gelar Wayang Kulit di Ngawi, Kemenkominfo Ajak Warga Aktif Jadi Peserta BPJS Kesehatan Mandiri

Sementara dalam kegiatan diseminasi program ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, serta Kabupaten Wonogiri.

Di samping itu, acara juga dihadiri oleh Kepala Satuan Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah Surakarta, Antonius Mulyanto Hariyono, S.H., M.Si., serta perwakilan dari 37 rumah sakit, klinik.

Dan juga puskesmas di wilayah Solo Raya yang telah menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan.

Selain kegiatan diseminasi program, acara ini juga mengagendakan silaturahmi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta yang baru, Yosef Rizal, dengan Dinas Kesehatan serta institusi kesehatan di wilayah Solo Raya.

Sindir Defisit BPJS Kesehatan, Prabowo: Negara Tak Mampu Bayar Rumah Sakit Bisa Bertahan 1000 Tahun?

Pertemuan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta yang baru kepada para stakeholders di sektor kesehatan.

Acara diawali dengan penandatangan perjanjian kerja sama terkait PLKK dengan RS Jiwa Daerah Surakarta, RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo, dan RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved