Tanggapi Polemik Tabloid Indonesia Barokah, Sandiaga Uno: Saya Prihatin dengan Pola Kampanye Hitam

Menanggapi polemik Tabloid Indonesia Barokah, Sandiaga Uno mengungkapkan keprihatinannya dengan pola kampanye hitam.

Tanggapi Polemik Tabloid Indonesia Barokah, Sandiaga Uno: Saya Prihatin dengan Pola Kampanye Hitam
istimewa
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 membeli tempe berukuran sebesar batu bata di Pasar Songgolangit, Ponorogo, Jumat (21/12/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Menanggapi polemik Tabloid Indonesia Barokah, Sandiaga Uno mengungkapkan keprihatinannya dengan pola kampanye hitam.

"Saya semakin prihatin pola kampanye hitam yang digunakan saat ini," katanya seusai menemui warga Eromoko, Wonogiri, Senin (28/1/2019).

Sandiaga beranggapan masyarakan akan mengapresiasi pola kampanye yang positif.

"Berdialog terbuka seperti yang kami lakukan saat ini, akan jauh lebih efektif," katanya.

Dalam Pilpres 2019 ini, menurut Sandi, digunakan untuk menggali gagasan  terbaik dari para calon, tidak untuk saling menjatuhkan.

"Pilpres digunakan untuk menggali gagasan terbaik, bukan untuk memecah belah, ataupun menjatuhkan," katanya.

Bawaslu Tegaskan Tabloid Indonesia Barokah Bukan Kampanye Hitam

Sandi menginginkan pola kampanye yang lebih positif dan lebih membuka kesempatan masyarakat berpatisipasi.

Dengan hal itu, maka bisa menarik apresiasi maupun simpatik masyarakat.

"Tadi masyarakat memberi sumbangan banyak banget, saya kaget sumbangannya luar biasa banyak sekali," kata sandi.

"Sudah saatnya kita memberikan solusi jangan menghalalkan segala cara."

"Jika kemenangan didapat dengan curang maka tidak berkah, dari sisi kami, kami menghimbau untuk menjauhi pola seperti itu."

"Mari bangun kita bangun negeri ini dengan cara-cara yang postif," tutup Sandi. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved