Isu Pembengkakan SHP di Pasar Legi, Ini Penjelasan Kepala Dinas Perdagangan Solo

Dinas Perdagangan Solo menampik isu pembengkakan jumlah surat hak penempatan (SHP) di Pasar Legi Solo.

Isu Pembengkakan SHP di Pasar Legi, Ini Penjelasan Kepala Dinas Perdagangan Solo
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Pasar darurat yang ditempati pedagang Pasar Legi Solo. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Perdagangan Solo menampik isu pembengkakan jumlah surat hak penempatan (SHP) di Pasar Legi.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, isu pembengkakan jumlah SHP tidak benar alias hoax.

"Kami berterima kasih Komisi III ikut mengawasi setiap perkembangan, tapi soal pembengkakan SHP tersebut tidak benar," tuturnya kepada TribunSolo.com, Kamis (31/1/2019).

"Jadi hanya miss communication saja," akunya menekankan.

Golkar Sebut setiap Bekas Koruptor Masih Punya Hak Jadi Caleg

Lebih lanjut Subagiyo menerangkan, jumlah pedagang yang memiliki SHP di kios dan los di dalam pasar masih sama saat pasar sebelum terbakar yakni 1.902 orang.

"Memang ada 750 pedagang di pelataran, tetapi dia tidak memiliki SHP loh ya," terangnya.

Ratusan pedagang itu menurut dia, hanya memiliki kartu tanda pengenal pedagang (KTPP).

"Jadi harus dibedakan pedagang ber-SHP dengan mereka yang hanya ber-KTTP," aku dia.

Mayangsari Reuni Bareng Artis Lawas, Intip Penampilan Mereka Pakai Busana Motif Ular dan Macan

Adapun keberadaan pedagang di pelataran masih terus akan dikaji, sehingga Pasar Legi lebih bersih dan tertata.

"Kalau besok dibangun, ini yang masih kami kaji, akan seperti sebelumnya atau dibuat konsep tradisional," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Solo mempertanyakan isu membengkaknya jumlah SHP di Pasar Legi.

Perpuhi Umrah Travel Fair 2019 Bakal Turut Meriahkan Solo Great 2019

Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto mengungkapkan, ada isu yang berhembus soal pembengkakan SHP bagi pedagang di Pasar Legi yang beberapa waktu lalu terbakar.

"SHP ada sekitar 1.900-an, kok saya dengar-dengar sudah 2.000-an, benar tidak itu," ungkap dia. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved