KPK Publikasikan 32 Nama ASN Sukoharjo yang Belum Melaporkan Harta Kekayaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kabupaten Sukoharjo di Pendopo GSP Setda Sukoharjo, Jumat (1/2/2019) pagi.

KPK Publikasikan 32 Nama ASN Sukoharjo yang Belum Melaporkan Harta Kekayaan
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Direktorat Pendaftaran dan pemeriksaan LHKPN KPK-RI, Hafida Rifkiyah, saat memberi sambutan acara sosialisasi LHKPN di Pendopo GSP Setda Sukoharjo, Jumat (1/2/2019) 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, Sukoharjo - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kabupaten Sukoharjo di Pendopo GSP Setda Sukoharjo, Jumat (1/2/2019) pagi.

Kedatangan KPK ini bukan untuk menangkap koruptor, melainkan untuk menyosialisasikan dan mendampingi pengisian e-Filling pada Elektronik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) .

Pada kesempatan itu, Direktorat Pendaftaran dan pemeriksaan LHKPN KPK-RI, Hafida Rifkiyah membeberkan nama-nama 32 ASN di Sukoharjo yang belum mendaftarkan LHKPN 2017.

"Kalau kata Bupati Sukoharjo tadi ini sebagai bentuk transparasi, oleh karena itu saya buka daftar ASN yang belum mendaftar LHKPN 2017," katanya. 

Ke-32 ASN itu dari jajaran dinas yang beragam, seperti Dinkes, Disnaker, Kesbangpol, Dinsos, Diskominfo, BKD, Badan RSUD, DPUPR, DLH, beberapa pegawai di beberapa Kecamatan, dan berbagai jajaran dinas lainnya. 

"Dari kunjungan saya dibeberapa daerah lain, yang belum mendaftar alasannya beragam, seperti karena belum mendapat sosialisasi, masih bingung, dan sebagainya," katanya.

Sementara 140 ASN lainnya sudah melaporkan LHKPNnya pada tahun 2017. 

Pada awal 2019 ini, menurut Hafida, sudah ada sekitar 50 ASN asal Sukoharjo yang melaporkan LHKPN secara online

"Yang lain kami tunggu laporannya, kan sekarang sudah online jadi lebih mudah," katanya.

Hafida  juga mengungkapkan jika Provinsi Jawa Tengah dan DPR Provinsi Jawa Tengah memiliki laporan LHKPN terbaik di tahun 2018.

"Kalau untuk Kabupaten/kota, yang meraih catatan terbaik dari Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya.

Dia berharap seluruh kabupaten/kota bisa mencotoh Kabupaten Kepulauan Mentawai yang termasuk daerah tertinggal.

"Disana akses internet sulit, tapi kenapa bisa mendapatkan LHKPN, itu karena mereka bekerjasama dengan Telkom, jadi mereka bisa mendapat internet cepat pas malam saja, sehingga disana dimanfaatkan betul moment itu,"katanya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved