Pemilu 2019

Banyaknya Isu Gorengan Jelang Pemilu, Amir Institute Surakarta Berharap Masyarakat Bisa Lebih Cerdas

Jelang Pemilu pada bulan April 2019 mendatang, tensi politik kian memanas, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Banyaknya Isu Gorengan Jelang Pemilu, Amir Institute Surakarta Berharap Masyarakat Bisa Lebih Cerdas
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Dialog publik oleh Amir Institute Surakarta di Candi Resto Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Jelang Pemilu pada bulan April 2019 mendatang, tensi politik kian memanas, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Dunia maya menjadi media paling potensial untuk melemparkan sebuah isu, baik itu untuk membangun persepsi masyarakat maupun menjatuhkan.

Menurut Direktur Amir Institute Surakarta, Amir Mahmud, banyak hal yang 'digoreng' di medsos hingga memunculkan isu yang mengarah negatif.

Dalam Dialog Publik ‘Merajut Pemilu Damai Dengan Menangkal Sara dan Hoax Dalam Rangka Menjaga Kondusifitas’, Kamis (31/1/2019) di Candi Resto Solo Baru, Sukoharjo, dia menambahkan Makin banyak 'gorengan' fakta yang diarahkan menuju kampanye hoax atau kampanye hitam.

Airlangga Optimis Golkar Menangkan Pemilu 2019

Dia berharap masyarakat bisa lebih cerdas dalam memetakan sebuah isu, sehingga tahu mana hoaks dan fakta.

"Masyarakat harus lebih waspada, khususnya netizen yang terpapar isu melalui medsos," ujarnya.

Dalam sebuah penelitian, medsos menyumbang 75% upaya merenggangkan persatuan dalam perbedaan.

Dan ini wajib disikapi, bukan hanya tugas aparat tapi masyarakat yang harus membentengi diri.

125 Warga Sukoharjo yang Berada di Rutan Kelas 1A Solo Dipastikan Bisa Nyoblos pada Pemilu 2019

Namun, 'gorengan' isu pemilu yang makin marak sekarang ini juga memiliki sisi baik karena dengan semakin banyak masyarakat yang terpapar isu dalam medsos maka akan mudah memetakan massa.

Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk ikut 'menggoreng' isu tapi dengan cara yang cerdas.

"Silahkan ikut 'menggoreng' isu, tapi harus menuju ke arah positif, 'menggoreng' dengan cerdas agar kita bisa ikut terlibat menciptakan pemilu damai," papar Amir.

Adapun, dialog publik tersebut digelar oleh Jaringan Lintas Kultural (JLK) untuk memberikan ajang komunikasi masyarakat dari berbagai lintas agama, kelompok, dan komunitas, dalam menyikapi isu sara dan hoaks yang merajalela menjelang Pemilu 2019.

Dalam dialog ini, dipilih 10 peserta dialog yang dianggap rajin bergerak dalam dunia medsos berkesempatan mendapatkan hadiah minyak goreng sebagai simbol 'menggoreng' isu politik dengan cerdas. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved