Pemilu 2019

Siasati Aturan Pemilu, Tabloid Non Jurnalistik Menjadi Solusi?

Usai polemik Tabloid Indonesia Barokah, di Kecamatan Grogol, Sukoharjo kembali ditemukan tabloid non produk pers yang beredar.

Siasati Aturan Pemilu, Tabloid Non Jurnalistik Menjadi Solusi?
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kantor Bawaslu Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Usai polemik Tabloid Indonesia Barokah diputuskan Bawaslu RI dan Dewan Pers, di Kecamatan Grogol, Sukoharjo kembali ditemukan tabloid non produk pers yang beredar.

Tabloid bernama Kerja Nyata ini telah diserahkan PPD Kadokan kepada Panwascam Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jateng.

Menurut Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto dalam tabloid itu tidak ditemukan unsur kampanye hitam.

"Dalam tabloid yang ditemukan di Grogol satu minggu lalu ini tidak ditemukan unsur-unsur black campaign," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (1/2/2019).

Bawaslu Sukoharjo Tegaskan Tabloid Kerja Nyata tak Mengandung Unsur Kampanye Hitam

Bambang menambahkan, tabloid tersebut untuk menyiasati aturan pemilu tentang larangan kampanye di media massa saat ini.

"Kampanye atau pasang iklan di media masa kan belum boleh, mungkin ini (tabloid Kerja Nyata) untuk mensiasati aturan tersebut," ucap dia.

Dia menambahkan, tabloid tersebut juga bukan merupakan produk jurnalistik, karena tidak ditemukan keterangan redaksinya.

Merasa Jengkel Dibohongi, Fadli Zon Ogah Jenguk Ratna Sarumpaet

"Temuan dari kami alamat dan susunan redaksinya tidak ada, dan tidak ada black campaign, jadi itu tidak ada pelanggaran dengan pemilu," katanya.

Hal tersebut sama dengan tabloid Indonesia Barokah yang tidak memenuhi syarat sebagai produk pers.

Namun jika ada masyarakat yang merasa resah dengan tabloid itu, Bambang mengimbau untuk melaporkan ke Bawaslu terdekat. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved