Solo Great Sale 2019

Biaya MDR EDC Dikeluhkan Pedagang Tradisional, Inovasi Transaksi Non Tunai Lainnya Jadi Solusi

KPw BI Solo menyebutkeikutsertaan Pasar Tradisional pada gelaran Solo Great Sale (SGS) 2019 turut serta memperluas ruang edukasi transaksi non tunai.

Biaya MDR EDC Dikeluhkan Pedagang Tradisional, Inovasi Transaksi Non Tunai Lainnya Jadi Solusi
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Pasar Tradisional di Kota Solo, Pasar Darurat Legi Solo. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menyebut adanya keikutsertaan Pasar Tradisional pada gelaran Solo Great Sale (SGS) 2019 turut serta memperluas ruang edukasi transaksi non tunai bagi masyarakat.

"Karena SGS 2019 ini penggunaan transaksi non tunai treatmentnya dibedakan dengan yang transaksi tunai," kata Kepala KPw BI Solo, Bandoe Widiarto, kepada TribunSolo.com, Selasa (5/2/2019).

Dengan transaksi non tunai Rp 50 ribu pembeli akan mendapat dua poin, lebih banyak dibandingkan dengan yang transaksi tunai hanya 1 poin.

Sementara pasar tradisional yang ikut serta dalam SGS 2019 ada 44 pasar.

Solo Great Sale 2019, Kusuma Sahid Prince Hotel Beri Diskon 50 Persen untuk Tarif Sewa Kamar

Walaupun demikian memang belum semua intens menerapkan transaksi non tunai.

Memang taraf edukasi menggunakan non tunai di pasar tradisional Solo relatif tidak ada masalah, namun memang ada beberapa pasar yang kondisi infrastruktur untuk transaksi non tunai belum siap.

Dan juga adanya pengenaan biaya merchant discount rate (MDR) kepada pedagang atau toko saat pemilik kartu debit transaksi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC).

Memang hal tersebut dikeluhkan merchant atau pedagang itu sendiri.

Hari ke-3 Solo Great Sale 2019, Peserta dari Pasar Tradisional Capai 2.500 Tenant

Namun memang sebetulnya tidak hanya terpaku dalam EDC saja, transaksi non tunai dapat dikembangkan dengan transaksi non tunai berbasis QR Code, transfer mobile banking, dan masih banyak lagi inovasi lainnya.

"Hal semacam ini yang akan menjadi bahan evaluasi kami, karena di setiap pasar kan terdapat bank kantor kas cabang, sehingga sangat memungkinkan transaksi non tunai ini berkembang," imbuhnya.

Hal ini juga untuk mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), di mana transparan, terhindar dari uang palsu, ataupun tak laik edar. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved