Kementerian BUMN Sebut Dana Program Pengembangan UMKM 2019 Mencapai Rp 3,2 Triliun

Dana Program Kemitraan untuk pengembangan UMKM dari Pemerintah tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Kementerian BUMN Sebut Dana Program Pengembangan UMKM 2019 Mencapai Rp 3,2 Triliun
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN RI, Eko Setiawan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dana Program Kemitraan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Pemerintah tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Yakni sebesar Rp 3,2 triliun pada tahun untuk pengembangan UMKM," ujar Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN RI, Eko Setiawan, kepada TribunSolo.com, saat ditemui di acara pembukaan BUMN - UKM Great Sale 2019 Solo Paragon Lifestyle Mall, Kamis (7/2/2019).

Lanjutnya, angka tersebut meningkat jika dibandingkan penyaluran pada tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun.

Pihaknya mengatakan, dana program kemitraan tersebut seperti kredit usaha rakyat (KUR) namun bunga kredit lebih rendah.

Kementerian BUMN: UMKM Sektor Perdagangan Paling Banyak Disentuh Program Pengembangan

"Kalau bunga KUR kan 7 persen per tahun, program kemitraan ini hanya 3 persen per tahun," ujarnya.

Ia mengatakan plafon untuk setiap mitra binaan yang mengakses kredit tersebut maksimal Rp 200 juta dengan tenor tiga tahun.

Ia mengatakan, sejauh ini sektor yang paling banyak mengakses dana yaitu perdagangan.

Menurut dia, sektor ini lebih lancar dalam proses pengembaliannya.

BERITA VIDEO - Warna-warni Produk Kreatif di BUMN-UKM Great Sale 2019 Surakarta

Sementara disinggung mengenai kredit macet atau non performing loan (NPL), rupanya masih cukup tinggi.

"Yaitu sekitar 10-20 persen," katanya.

Sebagaimana diketahui, program kemitraan merupakan program dana pinjaman yang diberikan oleh perusahaan BUMN kepada para pelaku UKM.

Sehingga bukan hanya BUMN saja yang bergerak di bidang perbankan, di antaranya bisa Pertamina, Pelindo, Angkasa Pura, dan PLN.

Kementerian BUMN meminta perusahaan menyisihkan sebagian labanya untuk mendukung UMKM supaya mandiri. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved