Kementerian BUMN: UMKM Sektor Perdagangan Paling Banyak Disentuh Program Pengembangan

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sektor perdagangan yang paling banyak disentuh oleh pemerintah untuk upaya pengembangan.

Kementerian BUMN: UMKM Sektor Perdagangan Paling Banyak Disentuh Program Pengembangan
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN RI Eko Setiawan 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sektor perdagangan yang paling banyak disentuh oleh pemerintah untuk upaya pengembangan.

Kepala Bidang Kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN RI Eko Setiawan berujar saat ini sektor tersebut yang paling optimal dalam proses pengembangan dan pengembalian

"Walaupun demikian, memang dana program kemitraan ini ke depan harapannya dapat lebih luas menyentuh sektor lainnya, sehingga program pemberdayaan UMKM ini akan lebih optimal," katanya kepada Tribunsolo.com, saat ditemui dalam acara pembukaan BUMN-UKM Great Sale di Solo Paragon Lifestyle Mall, Kamis (7/2/2019).

Jumlah UMKM di Kota Solo Bertumbuh 10 Persen

Pihaknya mengatakan dana program kemitraan tersebut seperti kredit usaha rakyat (KUR) namun bunga kredit lebih rendah.

"Kalau bunga KUR kan 7 persen per tahun, program kemitraan ini hanya 3 persen per tahun," katanya.

Ia mengatakan plafon untuk setiap mitra binaan yang mengakses kredit tersebut maksimal Rp 200 juta dengan tenor tiga tahun.

BUMN-UKM Great Sale 2019, Turut Serta Kembangkan UKM Kota Solo

"Saat ini sejak program tersebut melantai tahun 1983 dengan nama Program Usaha Kemitraan dan Koperasi (PUKK) hingga saat ini, total dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 20 triliun," imbuhnya.

Dan sejauh ini sudah sekitar 700 ribu mitra binaan yang mengakses program ini.

Untuk bisa mengaksesnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), memenuhi kriteria sebagai usaha kecil dengan maksimal aset Rp 500 juta, omzet maksimal Rp2,5 miliar per tahun, dan punya izin usaha yang dikeluarkan oleh Camat. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved