Harga Tiket Pesawat yang Tinggi Masih Bayangi Penumpang

Penumpang yang memanfaatkan moda transportasi pesawat terbang, masih dibayangi dengan mahalnya harga tiket penerbangan serta bagasi yang naik harga.

Harga Tiket Pesawat yang Tinggi Masih Bayangi Penumpang
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penumpang yang memanfaatkan moda transportasi pesawat terbang, masih dibayangi dengan mahalnya harga tiket penerbangan serta bagasi yang mengalami kenaikan.

Seperti halnya yang diakui Diah Fatma (40), warga Jakarta, yang berkunjung ke Solo, yang mengaku sangat keberatan dengan penetapan tarif angkutan udara untuk kategori dewasa ini.

"Tentu ini memberatkan, sudah tiket pesawat terbang mahal, ditambah tarif bagasi juga meningkat," katanya kepada TribunSolo.com, saat ditemui di Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Sabtu (9/2/2019).

Warga Jakarta tersebut mengaku sebelumnya dengan satu kali perjalanan Jakarta-Solo dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia kelas ekonomi, biayanya dulu sekitar Rp 700 ribuan saat ini mencapai Rp 1 juta-an lebih.

Pihaknya berujar tak jarang untuk mengantisipasi cost perjalanan yang tinggi, kadangkala apabila barang bawaan berlebih pihaknya menggunakan jasa pengiriman.

Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Lebih Mahal, Traveler Lebih Memilih Berlibur ke Luar Negeri

"Namun apabila akan ke luar pulau jadinya mahal juga karena kan pakai bagasi pesawat terbang ngirimnya," imbuhnya.

Pihaknya berharap tarif pesawat terbang tersebut juga bagasi dapat dievaluasi kembali sehingga tidak memberatkan masyarakat.

Sebelumnya di akhir Januari 2019 lalu Komisi V DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara Adi Soemarmo Solo, tepatnya Rabu (23/1/2019).

Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, berujar sidak tersebut dilakukan terkait pengenaan tarif bagasi oleh maskapai penerbangan Lion Air juga peningkatan tarif penerbangan.

"Tentunya ini membuat masyarakat berat, dan juga membuat kinerja industri penerbangan menurun," katanya. 

Buktinya dari hasil sidak kala itu, lanjutnya adanya hal tersebut load factor penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo nenurun sebesar 50 persen. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved