Kembali Ditangkap, Mantan Napi Teroris Asal Klaten Wahyu Nugroho Dibebaskan Tiga Tahun yang Lalu

Terpidana kasus terorisme Harry Kuncoro mendapat pembebasan murni di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pasir Putih, Pulau Nusakambangan tiga tahun lalu

Kembali Ditangkap, Mantan Napi Teroris Asal Klaten Wahyu Nugroho Dibebaskan Tiga Tahun yang Lalu
TRIBUN BALI
Ilustrasi terorisme 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Terpidana kasus terorisme Harry Kuncoro mendapat pembebasan murni dari hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tiga tahun lalu, Minggu (20/3/2016).

Harry divonis enam tahun dengan tuduhan menyembunyikan Dulmatin, distribusi senjata dan amunisi untuk kelompok Dulmatin di wilayah Jawa Tengah.

Selama menjalani hukuman di Lapas Pasir Putih, Harry Kuncoro menempati Blok D dan berada satu kamar dengan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, saat masih ditahan di Nusakambangan.

Selama ini, Herry bertugas membantu menyiapkan keperluan Abu Bakar Ba'asyir yang sudah tua.

Pesawat Lion Air Semarang-Jakarta Batal Terbang dan Penumpang Diturunkan, Ini Penjelasan Maskapi

Harry Kuncoro divonis Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 15 Maret 2012 dengan pidana penjara selama enam tahun.

Ia dijerat perkara Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 juncto Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Terorisme karena telah menyembunyikan terpidana kasus terorisme Dulmatin serta terlibat dalam distribusi senjata dan amunisi untuk kelompok Dulmatin di wilayah Jawa Tengah.

Di rumahnya di Dukuh Klebengan, Kelurahan Juwiran, Kecamatan Juwiran, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan dijemput oleh para mantan napi teroris dari Pekalongan pada saat pembebasaan dari Lapas Nusakambangan.

Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa perkara terorisme, Harry Kuncoro, dengan hukuman penjara selama 9 tahun.

Polisi Tangkap Mantan Napi Teroris Wahyu Nugroho alias Uceng Saat Hendak Terbang ke Iran

Harry Kuncoro dinilai terbukti melakukan tindak pidana terorisme dengan menguasai senjata dan mengawal Umar Patek, terdakwa perkara terorisme, kembali dari Filipina ke Indonesia.

Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum, Bambang Suharyadi, dalam sidang di PN Jakarta Barat, Kamis (1/3/2012).

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Adi Ismet.

Menurut Bambang, Harry Kuncoro terbukti bersalah melakukan tindak pidana terorisme, yaitu menguasai dan membawa senjata api untuk melakukan tindakan terorisme sebagaimana diatur dalam Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Lintasi Perlintasan Tanpa Pintu di Begajah Sukoharjo, Dua Pelajar SMP Tertabrak KA Bathara Kresna

JPU Bambang menjelaskan, Harry Kuncoro pernah mengawal Umar Patek yang masuk ke Indonesia dari Filipina dengan membawa senjata api.

Setelah itu, lanjut JPU, saat Umar Patek pergi ke Pakistan, Umar Patek juga menitipkan senjata api jenis FN berikut peluru kepada terdakwa Harry Kuncoro.

Senjata itu disimpan di rumah kontrakan Harry Kuncoro di Kampung Melayu, Jakarta Timur. (*)

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved