Mengenal Septian Masnaputra, Ilustrator Muda Kota Solo yang Kerjakan Artwork Avenged Sevenfold

Seniman muda tersebut dipercaya untuk mengerjakan artwork t-shirt yang bernuansa luar angkasa, pada 2017 silam

Mengenal Septian Masnaputra, Ilustrator Muda Kota Solo yang Kerjakan Artwork Avenged Sevenfold
TRIBUNSOLO.COM/PUTRADI PAMUNGKAS
Septian Masnaputra memperlihatkan artwork Avenged Sevenfold karyanya, Minggu (10/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Album 'The Stage' kepunyaan band heavy metal asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold yang dirilis 2016 lalu, terbilang cukup sukses di pasaran.

Sejumlah media musik internasional pun memberikan ulasan positif album band yang dikomandoi vokalis M Shadows tersebut.

Tak hanya rilisan fisik dan digital, merchandise band khusus untuk album The Stage tersebut juga cukup laris diburu penggemar.

Salah satu artwork untuk merchandise Avenged Sevenfold, dikerjakan oleh seniman asal kota Solo, Jawa Tengah, yakni Septian Masnaputra.

Seniman muda tersebut dipercaya untuk mengerjakan artwork t-shirt yang bernuansa luar angkasa, pada 2017 silam.

Nuansa luar angkasa tersebut berkesinambungan dengan artwork album The Stage.

"Saya menawarkan konsep artwork, ternyata pihak manajemen menerima, kebetulan saat itu saya berkomunikasi langsung dengan Zacky Vengeance (gitaris Avenged Sevenfold)," tutur Septian, saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (10/2/2019).

Artwork Sevenged Sevenfold karya Septian Masnaputra
Artwork Sevenged Sevenfold karya Septian Masnaputra (TRIBUNSOLO.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Lantas, komunikasi antara Septian dan pihak band berlajut.

Avenged Sevenfold memberikan garis besar konsep artwork yang diinginkan.

Sisanya, dikerjakan oleh Septian untuk mengerjakan Artwork Avenged Sevenfold.

"Saya diberi tahu temanya seperti apa, lalu mereka memberikan deskripsi, kemudian saya diminta mendengarkan albumnya agar menangkap nuansa yang diinginkan," ujar mahasiswa jurusan DKV FSRD UNS Solo itu.

Beruntung pihak band tak terlalu banyak menuntut atau meminta revisi hasil karya miliknya.

"Mereka tidak terlalu rewel, sehingga saya bisa lebih santai mengerjakannya"

"Meski prosesnya cukup lama, namun saya menikmatinya, jujur saja saya sangat bersemangat mengerjakannya," tuturnya. (*)

Penulis: Putradi Pamungkas
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved