Tilang Elektronik di Kota Solo

Dari Ruang Inilah, e-Tilang Bagi Pelanggar Lalu Lintas Bakal Diproses Satlantas Polresta Solo

Ruangan khusus bernama Traffic Management Centre (TMC) milik Satlantas Polresta Solo jadi kunci untuk penerapan sistem tilang elektronik (e-Tilang).

Dari Ruang Inilah, e-Tilang Bagi Pelanggar Lalu Lintas Bakal Diproses Satlantas Polresta Solo
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Ruang Trafic Managemen Center (TMC) Satlantas Polresta Solo, di Jalan Slamet Riyadi, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ruangan khusus bernama Traffic Management Centre (TMC) milik Satlantas Polresta Solo menjadi kunci untuk penerapan sistem tilang elektronik (e-Tilang).

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengungkapkan, sistem e-Tilang yang mulai diterapkan Rabu 13 Februari 2019, dipastikan sudah siap dijalankan.

Mengingat ruang khusus TMC di markas Satlantas Polresta Solo, Jalan Slamet Riyadi dinyatakan dalam kondisi prima.

"Penerapan mulai besok (Rabu) sudah siap, perangkat di TMC telah sempurna," ungkap dia saat ditemui di TMC Satlantas Polresta Solo, Selasa (12/2/2019).

Rabu Besok e-Tilang Mulai Diberlakukan di Solo, Ini Daftar 61 CCTV Pendukung e-Tilang

Menurut orang nomor satu di Polresta Solo itu, dari ruangan TMC pelanggar akan mulai diproses oleh petugas.

Yakni melalui 66 titik kamera pengintai atau CCTV.

"Penindakan untuk pelanggaran bersifat kasat mata yang terekam CCTV," jelas dia.

Dia menambahkan, pelanggaran itu seperti menerobos rambu lalu lintas, tidak memakai helm standar, melanggar marka jalan hingga ugal-ugalan di jalanan.

Mulai Diterapkan Rabu, Sanksi Terberat bagi Pelanggar e-Tilang di Solo: Pemblokiran Nopol Kendaraan

"Semua terekam di sini (TMC), agar membuat pengendara semakin mematuhi rambu-rambu dan tekan kecelakaan," terang dia.

Kanit Regident Satlantas Polresta Solo, AKP Suryo Wibowo menuturkan, pelanggar akan diberikan surat pelanggaran via kantor pos.

Menurut dia, setelah petugas mendapati pelanggaran yang terekam CCTV.

"Kalau surat sudah sampai di tangan pelanggar atau rumah, kami berikan waktu empat hari untuk konfirmasi," ucap dia.

"Jika lebih dari itu, nomor polisi (nopol) kendaraannya akan diblokir sementara," jelasnya menegaskan. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved