Solo Great Sale 2019

Letak Pedagang Berpencar, Staf Pasar Legi Solo Jemput Bola Penukaran Poin Transaksi SGS 2019

Sebanyak 84 tenant di Pasar Darurat Legi Solo turut serta memeriahkan gelaran Solo Great Sale (SGS) 2019.

Letak Pedagang Berpencar, Staf Pasar Legi Solo Jemput Bola Penukaran Poin Transaksi SGS 2019
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Aktivitas di Pasar Darurat Legi Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 84 tenant di Pasar Darurat Legi Solo turut serta memeriahkan gelaran Solo Great Sale (SGS) 2019.

Lurah Pasar Legi Solo, Marsono, berujar jumlah tersebut hampir sama dengan gelaran SGS di 2018 lalu.

"Lantas dengan kondisi pasar saat ini, kami lebih aware, dengan melakukan bentuk layanan tambahan bagi pedagang dan juga pengunjung," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (12/2/2019).

Satu di antaranya dengan melakukan jemput bola untuk proses penukaran poin transaksi.

SGS 2019 di Pasar Legi Darurat Solo, Hari Pertama Penukaran Poin Transaksi Terhimpun Rp 15 Juta

Pihaknya berujar usai terbakar, memang tata letak para pedagang tersebar.

Antara lain di ruas Jalan Sabang, Jalan S Parman, Jalan Lumban Tobing, hingga halaman Pasar Legi Solo.

"Mekanismenya sederhana apabila ada pedagang yang lokasi lapaknya jauh dari lokasi penukaran poin, maka staf pasar akan langsung mendatangi lokasi pedagang untuk mempermudah proses penukaran poin transaksi," tambahnya.

Sementara terhimpun sejak hari pertama penukaran poin, yakni Senin (11/2/2019) kemarin hingga ‪pukul 15.00‬ WIB berhasil terkumpul Rp 15 juta lebih.

Meski di Pasar Darurat, Para Pedagang Pasar Legi Solo Tetap Ikut SGS 2019

"Adanya poin belanja, yang berlaku Rp 50 juta mendapatkan satu poin itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Pasar Legi," ujarnya.

Terlebih juga dengan adanya hadiah-hadiah utama yang besar, antara lain rumah, mobil, sepeda motor, dan masih banyak lagi.

Marsono menyebut untuk gelaran SGS 2019 ini diikuti sekitar 85 tenant, jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah tenant SGS di tahun sebelumya.

Segarnya Es Drop, Kuliner Legendaris Asli Blitar Sejak Zaman Kolonial

Walaupun memang keseluruhan tenant belum menerapkan transaksi non tunai, dikarenakan memang infrastruktur untuk mendukung transaksi non tunai belum siap, pedagang juga belum siap.

"Ditambah dengan kondisi pasar usai terbakar saat ini penerapan transaksi non tunai belum diberlakukan optimal, namun kami siap ikut serta memeriahkan dan terus mendukung SGS 2019," imbuhnya.

Pihaknya optimistis transaksi akan banyak terhimpun, mengingat Pasar Legi Solo merupakan pasar induk bagi Surakarta, menjadi sentra 'kulakan', sehingga mayoritas belanja para pengunjung dalam jumlah banyak. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved