Rumah Zakat di Solo Luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf

Melalui Gerakan Gelombang Wakaf, Rumah Zakat terus berupaya menebar kebaikan bagi Indonesia dan dunia.

Rumah Zakat di Solo Luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Rumah Zakat Luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Melalui Gerakan Gelombang Wakaf, Rumah Zakat terus berupaya menebar kebaikan bagi Indonesia dan dunia.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi berujar Gerakan ini menandakan langkah besar Rumah Zakat untuk memujudkan visi menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk rumah sakit, klinik, sekolah, 5323 desa berdaya, 200 hektar lahan produktif, serta 50 ribu Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

"Gerakan ini merupakan sebuah respon dari data yang dikeluarkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI)," katanya melalui release yang diterima Tribunsolo.com, Selasa (13/2/2019).

Rumah Zakat Dapat Akreditasi A dan Sesuai Syariah dari Kementerian Agama RI Tahun 2018

Pihaknya menyebut potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 Triliun, sedangkan wakaf uang yang baru dimanfaatkan baru mencapai Rp 400 Milyar.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh minimnya edukasi wakaf di Indonesia dimasyarakat yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak saja berupa wakaf tanah dan bangunan.

Padahal di satu sisi dalam aturannya, wakaf bisa berbentuk uang, emas, mobil, dan barang lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial, bahkan apabila wakaf dikelola dengan baik oleh lembaga wakaf atau nazhir, hasil dari wakaf produktif tersebut bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Oleh karena hal tersebut salah satu fokus campaign Gelombang Wakaf adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan yang dimulai dari generasi milenial terhadap program wakaf.

Rumah Zakat akan mengedukasi masyarakat melalui seminar di seluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial.

"Selain itu juga membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40 persen dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf,” jelasnya.

Terlebih menurut Nur Efendi, potensi wakaf ini cukup besar, karena tidak seperti zakat, wakaf tidak ada nisab.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved