Pilpres 2019

Prabowo Ajak Masyarakat Bikin Gerakan Bola Salju, Ini Maksudnya

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

Prabowo Ajak Masyarakat Bikin Gerakan Bola Salju, Ini Maksudnya
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Prabowo Subianto saat menghadiri acara di gedung MTA, Jalan Ronggowarsito, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Minggu (23/12/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, BANJARNEGARA  - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

Prabowo mengatakan, partisipasi masyarakat dalam pemilu akan menentukan arah haluan Indonesia lima tahun ke depan.

Hal tersebut ia sampaikan saat menyapa masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Padepokan Pencak Silat Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (13/2/2019).

Prabowo menuturkan dirinya paham bahwa rakyat menginginkan perubahan menuju Indonesia adil dan makmur.

SBY Temani Sang Istri yang Sakit, Fadli Zon Tak Persoalkan Agenda Kampanye Bersama Prabowo Tertunda

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk membuat gerakan bola salju, yakni gerakan untuk meyakinkan orang-orang terdekat untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani dalam pemilu nanti.

"Yang kita perlukan sekarang adalah suatu ihtiar untuk meyakinkan lingkungan, tetangga, kerabat kita semua untuk pada 17 April berbondong-bondong ke TPS," ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran pers tim media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Rabu (13/2/2019).

"Pada saat itu harus mencoblos sesuai dengan hati nurani masing-masing," katanya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

"Saya yakin rakyat Banjarnegara sudah paham, kalau nanti ada yang bagi duit, bagi barang, terima, karena itu uang rakyat, tapi coblos sesuai hati nurani," ucap Prabowo.

Fadli Zon: Prabowo Akan Ungkap Kebijakan Jokowi yang Gagal, Seperti Infrastruktur yang Mangkrak

Pada kesempatan yang sama, Prabowo menuturkan haluan negara Indonesia selama ini telah salah arah.

Praktik ekonomi telah menyimpang dari amanat Undang-undang Dasar 1945.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved