Sejarah Perkumpulan Masyarakat Surakarta, Berawal dari Gabungan 6 Organisasi Tionghoa di Solo

Perkumpulan Masyarakat Surakarta atau PMS didirikan tahun 1932. Organisasi ini dulunya bernama Chun Min Kung Hui.

Sejarah Perkumpulan Masyarakat Surakarta, Berawal dari Gabungan 6 Organisasi Tionghoa di Solo
TribunTravel.com/Arif Setyabudi
Suasana depan Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perkumpulan Masyarakat Surakarta atau PMS didirikan tahun 1932.

Organisasi ini dulunya bernama Chun Min Kung Hui.

Chun Min Kung Hui merupakan peleburan enam organisasi Tionghoa di Solo yaitu perkumpulan Kong Tong Hoo, Hi Ang Gie Hwee, Hap Gie Hwee, Kong Sing Hwee, Sam Ban Hien, dan Tiong Hoa Poen Sing Hwee.

Organisasi ini menjadi Chun Min Kung Hui pada 1 April 1932.

Menurut wakil Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, berdirinya organisasi yang menjadi satu karena sama-sama bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan terutama kematian.

Dalam perkembangannya, organisasi ini berubah nama menjadi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) pada masa Orde Lama yaitu 1 Oktober 1959.

Hingga saat ini, PMS menjadi organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam kegiatan di Solo.

PMS berkembang menjadi organisasi dengan kegiatan ekonomi, kebudayaan dan juga olahraga.

Kantor PMS saat ini terletak di Jalan Insinyur Haji Juanda No.47, Sewu, Jebres, Purwodiningratan, Jebres, Solo.

Persis di depan kantor PMS ada gedung pertemuan PMS.

Halaman
12
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved