Sejarah Perkumpulan Masyarakat Surakarta, Berawal dari Gabungan Organisasi Tionghoa di Solo

Perkumpulan Masyarakat Surakarta atau PMS didirikan tahun 1932. Organisasi ini dulunya bernama Chuan Min Kung Hui.

Sejarah Perkumpulan Masyarakat Surakarta, Berawal dari Gabungan Organisasi Tionghoa di Solo
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ratusan karangan bunga tampak berjejer di halaman Rumah Duka Thiong Ting Solo, tempat disemayamkannya bos Batik Keris, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Arif Setyabudi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perkumpulan Masyarakat Surakarta atau PMS didirikan tahun 1932.

Informasi yang diperoleh TribunSolo.com, organisasi ini dulunya bernama Chuan Min Kung Hui.

Chuan Min Kung Hui merupakan peleburan enam organisasi Tionghoa di Solo yaitu perkumpulan Kong Tong Hoo, Hi Ang Gie Hwee, Hap Gie Hwee, Kong Sing Hwee, Sam Ban Hien, dan Tiong Hoa Poen Sing Hwee.

Organisasi ini menjadi Chuan Min Kung Hui pada 1 April 1932.

Mengenal Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Organisasi Sosial Kemasyarakatan di Kota Solo

Menurut Wakil Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, berdirinya organisasi yang menjadi satu karena sama-sama bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan terutama kematian.

Dalam perkembangannya, organisasi ini berubah nama menjadi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) pada masa Orde Lama yaitu 1 Oktober 1959.

Hingga saat ini, PMS menjadi organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam kegiatan di Solo.

PMS berkembang menjadi organisasi dengan kegiatan ekonomi, kebudayaan dan juga olahraga.

Kontingen Solo Rajai PMS Open Dragon Taekwondo 2019

Kantor PMS saat ini terletak di Jalan Ir. Juanda, Purwodingratan, Jebres, Solo.

Halaman
12
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved