Tarif Kargo Pesawat Naik hingga 300 Persen, Ekspor Ikan Tuna ke Pasar Internasional Dihentikan

2013, harga pengiriman kargo pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda ke Jepang ongkosnya Rp 22 ribu per kilogram

Tarif Kargo Pesawat Naik hingga 300 Persen, Ekspor Ikan Tuna ke Pasar Internasional Dihentikan
KOMPAS.com/RAJA UMAR
Aktifitas pekerja di parik pengolahan ikan tuna UD Nagata Tuna, milik Muslim warga Desa Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Rabu (20/02/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, BANDA ACEH - UD Nagata Tuna, satu-satunya eksportir ikan tuna hasil tangkapan nelayan tradisional Aceh yang memasok ke sejumlah pasar internasional terpaksa harus menghentikan pengiriman produknya sejak awal 2019.

Pasalnya, biaya kargo mengalami kenaikan harga hingga mencapai 300 persen.

“Sejak Januari 2019 kami terpaksa harus menyetop ekspor tuna ke Jepang, Thailand, dan Singapura karena biaya kargo naik 300 persen sejak Januari 2019,” keluh Muslim, pemilik usaha UD Nagata Tuna saat dijumpai di lokasi pabrik pengolahan ikan tuna, di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Muslim menyebutkan, sebelum mengalami kenaikan, sejak tahun 2013, harga pengiriman kargo pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda ke Jepang ongkosnya hanya Rp 22 ribu per kilogram.

Namun, sejak Januari 2019 harga kargo naik menjadi Rp 60 ribu.

“Naiknya besar sekali, sehingga pengiriman terpaksa harus kami stop, tidak dapat disiasati, karena harga jual tidak sesuai setelah harga kargo naik,” katanya.

Pinjam Gitar Penggemar, Al Ghazali Nyanyi Hadapi Dengan Senyuman untuk Ayahnya di Rutan Medaeng

Dampak dari kenaikan harga jasa pengiriman via kargo pesawat Garuda Indonesia, Muslim pun terpaksa harus memberhentikan 4 orang tenaga kerja lokal yang selama ini melakukan pengolahan ikan tuna untuk diekspor ke sejumlah pasar internasional.

“Dampaknya banyak sekali, 4 orang tenaga kerja pengolahan ikan ekspor harus dirumahkan sementara, belum lagi biaya operasional dan pabrik pengolahan yang harus kami keluarkan biaya rutin,” sebutnya.

Untuk mempertahankan usaha dirintis Muslim sejak tahun 2012 lalu, saat ini pengiriman ikan tuna hanya dilakukan ke Malaysia dengan harga dan permintaan yang sangat terbatas.

Pengiriman dilakukan dengan menggunakan jasa kargo pesawat AirAsia yang tidak mengalami kenaikan tarif kargo.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved