OJK : Outstanding Laku Pandai Jawa Tengah Capai Rp 122 Miliar Per September 2018

Menurut data yang dihimpun dari OJK, jumlah nasabah Laku Pandai hingga data terakhir di akhir kuartal III 2018 mencapai 4,09 juta nasabah

OJK : Outstanding Laku Pandai Jawa Tengah Capai Rp 122 Miliar Per September 2018
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran saat menjadi pembicara dalam Pelatihan dan Gathering Wartawan, OJK KR 3 Jawa Tengah dan DIY, di Bandung Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana murah dari tabungan program branchless banking Laku Pandai di Jawa Tengah sampai September 2018 dengan total outstanding Rp 122 miliar.

Menurut data yang dihimpun dari OJK, jumlah nasabah Laku Pandai hingga data terakhir di akhir kuartal III 2018 mencapai 4,09 juta nasabah.

"Dengan jumlah agen mencapai 150.432 agen," kata Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan kemitraan Pemerintah Daerah Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Dedy Patria, dalam Pelatihan dan Gathering Wartawan, OJK KR 3 Jawa Tengah dan DIY, di Bandung Jumat (22/2/2019).

Pihaknya berujar jumlah agen Jawa Tengah ini tumbuh 121,08 persen secara year on year (yoy).

Antisipasi Konflik, Presiden Jokowi Bagikan 351 Sertifikat Tanah Wakaf di Tangerang Selatan

Sedangkan dari sisi keagenan, Jawa Tengah menjadi provisi dengan agen terbesar ke-2, setelah Jawa Barat.

Yakni dengan total agen sebanyak 150.432 agen.

Dan dari sisi outstandingnya terbesar ke-3 di Indonesia.

"Di mana dari total Rp 122 miliar, memiliki share 8,24 persen terhadap nasional," katanya.

Status Siaga, Gunung Karangetang Keluarkan Asap Setinggi 300 Meter

Sementara Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas Tarihoran mengatakan ditargetkan 2019 tingkat inklusi keuangan mencapai 75 persen.

Sementara untuk target tingkat literasinya  di 2019 harus mencapai 35 persen.

"Maka dari itu akan dilakukan berbagai cara strategis agar tingkat literasi keuangan meningkat, yang efeknya tingkat inklusi keuangan juga meningkat," katanya.

Reino Barack Dikabarkan Akan Menikah dengan Syahrini, Luna Maya: Mimpi Seperti Nyata

Dan akan terus diperkenalkan jasa keuangan kepada masyarakat, tidak hanya perbankan namun juga pembiayaan, asuransi, Pasar modal, dan termasuk juga Laku Pandai.

Di mana Laku Pandai ini merupakan bentuk layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved