Seminar Nasional BPD di Solo, Bank Jateng Laporkan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Bank Jateng telah melakukan digitalisasi atau elektronifikasi pengelolaan keuangan daerah, baik di sisi penerimaan maupun sisi pengeluaran.

Seminar Nasional BPD di Solo, Bank Jateng Laporkan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, di Solo, Jumat (22/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, membeberkan program digitalisasi pengelolaan keuangan daerah.

Seminar ini bertema 'Sinergi Pemerintah Daerah dan Bank Jateng dalam Mendukung Optimalisasi Penerimaan Daerah'.

Di seminar ini, Supriyatno melaporkan jika Bank Jateng telah melakukan digitalisasi atau elektronifikasi pengelolaan keuangan daerah, baik di sisi penerimaan maupun sisi pengeluaran.

"Dari sisi penerimaan, Bank Jateng telah mengimplementasikan layanan cash management system (CMS)," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (22/2/2019) siang.

Bank Indonesia Solo: Daya Konsumsi Masyarakat Jadi Kunci Pendorong Pertumbuhan Perekonomian

"Pelayanan tersebut berada di 35 Pemda, e-Tax di 26 Kabupaten/Kota, Host to Host PBB di 13 Kabupaten/Kota, dan e-Retribusi di 12 Kabupaten/Kota," katanya.

Dari sisi pengeluaran, Bank Jateng juga mengimplementasikan aplikasi SP2D Online di seluruh Pemda se-Jawa Tengah.

Hal tersebut telah sesuai Surat Edaran Mendagri Nomor 910/1866/SJ perihal Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah yang berlaku sejak 1 Januari 2018.

"Alhamdulillah seluruh Pemda se-Jawa Tengah telah menunjuk Bank Jateng sebagai penyedia layanan Cash Management System (CMS)," ujarnya.

Tahun 2019 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Solo Siapkan Outflow Sebesar 15 Triliun

"Secara khusus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 910/1430/2017 tentang Transaksi Non Tunai," tambah Supriyatno.

Implementasi transaksi non tunai tersebut telah bermanfaat mengoptimalisasi penerimaan daerah dan efisiensi penggunaan uang fisik (moneter) di Jawa Tengah.

Adapun acara yang digelar di The Sunan Hotel Solo ini dihadiri oleh 36 Pemda se-Jawa Tengah.

Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Asbanda, Kresno Sediarsi, Deputi Komusioner Pengawas Perbankan 4 Otoritas Jasa Keuangan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved