OJK : Sebanyak 531 Kegiatan Literasi Keuangan Akan Dilaksanakan Tahun Ini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan terus berupaya untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di masyarakat

OJK : Sebanyak 531 Kegiatan Literasi Keuangan Akan Dilaksanakan Tahun Ini
ISTIMEWA
Logo OJK 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan terus berupaya untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di masyarakat.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas VM Tarihoran, mengatakan bentuk-bentuk kegiatan telah dilakukan, di antaranya adalah program edukasi keuangan, pengembangan produk atau layanan keuangan, penguatan infrastruktur, penguatan perlindungan konsumen dan kampanye nasional di setiap pelaku usaha jasa keuangan (PUJK).

"Mereka (PUJK) wajib menyampaikan laporan rencana literasi keuangan mereka," katanya kepada Tribunsolo.com, Rabu (27/2/2019).

Sementara, sebanyak 246 PUJK dari total 349 PUJK di wilayah Jawa Tengah dan DIY telah menyampaikan laporan rencana kegiatan literasi keuangan tahun 2018.

Enggan Ladeni Tantangan Kivlan Zen, Wiranto: Konsentrasi ke Bangsa, Bukan ke Urusan Seperti Ini

Dan berdasarkan data per 31 Desember 2018, total rencana kegiatan literasi keuangan 2019 ada 531 kegiatan.

Sebanyak 97,36 persen bentuk kegiatannya adalah edukasi keuangan dengan segmentasi pelajar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), masyarakat umum, karyawan dan sebagainya.

Sedangkan menurut data yang dihimpun Tribunsolo.com, berdasarkan indeks literasi dan inklusi keuangan dari hasil survei literasi keuangan OJK 2016, literasi keuangan mencapai 29,7 persen dan inklusi keuangan mencapai 67,8 persen.

Sementara inklusi keuangan di sektor pasar modal 1,30 persen dan literasi keuangan mencapai 4,40 persen.

Mahfud MD : Video Dugaan Kampanye Hitam di Karawang Berpotensi Langgar UU ITE

Dan di sektor pergadaian, inklusi keuangan mencapai 10,50 persen dan literasi keuangan mencapai 17,80 persen.

Untuk sektor pembiayaan, inklusi keuangannya mencapai 11,80 persen dan literasi keuangan mencapai 13,00 persen.

Kemudian untuk inklusi keuangan di sektor dana pensiun ada 4,70 persen dan literasi keuangan sekitar 10,90 persen.

Inklusi keuangan Perasuransian sebesar 12,10 persen dan literasi keuangannya 15,80 persen.

Dari semua sektor, sektor perbankan menempati jumlah terbanyak yaitu 63,60 persen untuk inklusi keuangannya dan 28,90 persen untuk literasinya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved