Ketua Perpuhi Sebut Penjualan Tiket Umrah Dimonopoli, Harganya Jauh Lebih Mahal

Empat agen besar yang ditunjuk Garuda Indonesia untuk melayani jamaah umrah yakni biro perjalanan NRA, Maktour, Kanomas, dan Wahana.

Ketua Perpuhi Sebut Penjualan Tiket Umrah Dimonopoli, Harganya Jauh Lebih Mahal
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Ketua Perpuhi Her Suprabu, saat ditemui awak media, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Adanya kebijakan baru dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, yakni penjualan tiket penerbangan umrah dengan maskapai tersebut hanya dapat dilakukan oleh empat agen besar yang berada di Jakarta, dianggap sebuah monopoli harga.

"Pasalnya, mulai 1 Maret 2019, penjualan tiket penerbangan umrah dengan maskapai pelat merah tersebut hanya dapat dilakukan oleh empat agen besar yang berada di Jakarta," ujar Her Suprabu, selaku Ketua Perpuhi, kepada awak media, Senin (11/3/2019).

Empat agen besar yang ditunjuk Garuda Indonesia untuk melayani jamaah umrah yakni biro perjalanan NRA, Maktour, Kanomas, dan Wahana.

Para pelaku biro haji dan umrah lokal sudah tidak bisa lagi memesan tiket secara langsung kepada Garuda Indonesia.

Terbitkan Notifikasi, FAA Sebut Boeing 737 MAX 8 Layak Terbang

Untuk mendapatkan tiket, pelaku biro haji dan umrah lokal harus melakukan pembelian kepada agen yang ditunjuk tersebut.

"Karena penjualan tiket sekarang dimonopoli, harganya juga lebih mahal. Selisihnya bisa mencapai Rp 1 juta dibanding harga sebelumnya," jelasnya.

Sementara Direktur Amira, Amir Bastari mengaku akan menghentikan penjualan paket umrah dengan menggunakan fasilitas penerbangan Garuda Indonesia.

Pasalnya, kebijakan monopoli yang dilakukan oleh Garuda Indonesia saat ini dianggap telah merugikan biro haji dan umrah lokal.

Perpuhi Menilai Kebijakan Garuda Indonesia Terbaru Rugikan Biro Haji dan Umrah Lokal

"Dengan adanya hal tersebut Garuda Indonesia dianggap tidak memiliki komitmen bersama, di mana kehadiran awal rute Solo-Madinah dan Solo-Jeddah yang terus berkembang saat ini tidak terlepas dari kontribusi Perpuhi," imbuhnya.

Justru sekarang biro lokal yang masuk Perpuhi, harus dimonopoli, membeli tiket harus ke pihak ke-3.

"Kalau tidak ada solusi, maka kami sepakat memboikot Garuda Indonesia," tegasnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved