Banyak Tempat Sampah Liar di Sukoharjo, DLH Tegaskan Denda Rp 50 Juta Jika Buang Sampah Sembarangan

Banyaknya sampah liar di wilayah Kabupaten Sukoharjo, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo jadi geram.

Banyak Tempat Sampah Liar di Sukoharjo, DLH Tegaskan Denda Rp 50 Juta Jika Buang Sampah Sembarangan
TribunSolo.com/Agil Tri
Ilustrasi tempat sampah liar 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Banyaknya sampah liar di wilayah Kabupaten Sukoharjo, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo geram.

Plt. Ketua DLH Sukoharjo, Agus Suprapto mengatakan sampah liar ini banyak ditemukan di tepi jalan yang sepi atau jauh dari pemukiman penduduk.

Terlebih di jalan-jalan yang menjadi perbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

"Sampah liar banyak ditemukan di pinggir jalan yang sepi dan jauh dari lingkungan penduduk terlebih jalan-jalan perbatasan," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (14/3/2019).

Bantu Pengelolaan Sampah, Anggota Dharma Wanita di Solo Sulap Limbah Perca Jadi Sandal

Dia menambahkan, masayarakat banyak yang salah kaprah mengenai tempat sampah liar tersebut.

"Kita bersihkan, kita ambil sampahnya (di tempat pembuangan sampah liar), tapi masyarakat malah mengira di situ jadi depo tempat sampah."

"Sehingga besoknya membuang lagi di tempat yang sama," katanya.

DLH sebenarnya juga sudah memasangkan plakat yang bertuliskan dilarang membuang sampah ditempat tersebut, namun banyak yang mengabaikannya.

Cegah Sampah Medis Dibuang Sembarangan, Ini Tips Perusahaan Pengolah Limbah Medis di Sukoharjo

Dia mencotohkan tempat sampah liar di Jalan Veteran barat, tepatnya di Desa Combongan, yang saat ini telah di sulap menjadi taman, namun tempat sampah liar itu malah bergeser ke sebelah barat taman.

Agus mengingatkan kepada masyarakat mengenai Perda Nomor 16 tahun 2011 pasal 43 tentang pengolahan sampah.

"Pasal tersebut menyebutkan jika masyarakat membuang sampah drainase, sungai, atau ditempat yang tidak semestinya bisa terkena sanksi pidana penjara tiga bulan dan denda Rp 50 juta," katanya.

DLH sendiri,menurut Agus terus mensosialisasikan perda tersebut kepada masyarakat. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved