Solusi dari DLH Sukoharjo terkait Denda Rp 50 Juta Bagi Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo sosialisasikan Perda Nomor 16 tahun 2011 pasal 43 tentang Pengolahan Sampah.

Solusi dari DLH Sukoharjo terkait Denda Rp 50 Juta Bagi Warga yang Buang Sampah Sembarangan
TribunSolo.com/Agil Tri
Petugas pemungut sampah DLH saat mengambil sampah di Depan pasar Ir. Soekarno, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Untuk mencegah masyarakat membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo sosialisasikan Perda Nomor 16 tahun 2011 pasal 43 tentang Pengolahan Sampah.

Menurut Plt. Ketua DLH Sukoharjo, Agus Suprapto, pasal tersebut menyebutkan jika masyarakat membuang sampah drainase, sungai, atau ditempat yang tidak semestinya bisa terkena sanksi pidana penjara tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

Namun Perda masih tahap sosialisasi, DLH masih mengupayakan kepada pembinaan pengolahan sampah kepada masyarakat.

"Perda tersebut masih kami sosialisasi, selain itu kita juga upayakan untuk masyarakat mengolah sampahnya sendiri, seperti melalui bumdes dan bank sampah," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Kamis (14/3/2019).

Banyak Tempat Sampah Liar di Sukoharjo, DLH Tegaskan Denda Rp 50 Juta Jika Buang Sampah Sembarangan

Hal tersebut sesuai dengan surat edaran Bupati berbasis masyarakat.

"Jadi masyarakat bisa mengelola sampah sendiri, karena jika masyarakat bisa mengolah sampahnya sendiri otomatis jumlah akan berkurang."

"Jadi masyarakat tidak membuang sampahnya di tempat sampah liar, dan pemasukan sampah di setiap tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan depo sampah berkurang," katanya.

Sampah memang menjadi masalah di masing-masing daerah, namun dengan pengolahan sampah yang baik, sampah bisa menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Misalnya dengan membuat Bumdes khusus pengolahan sampah bagi warganya, seperti bank sampah.

Dia menambahkan, bumdes pengelolahan sampah di Sukoharjo sudah mulai berkembang dan menjamur.

Bantu Pengelolaan Sampah, Anggota Dharma Wanita di Solo Sulap Limbah Perca Jadi Sandal

"Sekarang sudah muncul Bumdes pengolahan sampah juga, seperti yang di Sanggrahan, Rintisan, dan Langenharjo," katanya.

Dia berharap, wilayah lain bisa meniru bumdes tersebut, untuk mengolah sampah masyarakat.

Sehingga ancaman sanksi atau pidana jika masyarakat membuang sampah sembarangan bisa dihindari. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved