Jumlah Penderita DBD Meningkat, Pemkot Solo Tak Bisa Asal Fogging

Meningkatnya jumlah penderita DBD di Kota Solo, membuat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo tak bisa sembarangan melakukan fogging.

Jumlah Penderita DBD Meningkat, Pemkot Solo Tak Bisa Asal Fogging
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Caleg DPR RI dari Partai Perindo, Henry Indraguna, mengirim bantuan berupa fogging di Kampung Bratan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meningkatnya jumlah penderita DBD di Kota Solo membuat Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo tak bisa sembarangan melakukan fogging.

Masyarakat perlu mengetahui, indikasi-indikasi perlunya pengasapan secara umum terdiri dari dua hal.

"Apakah di tempat tersebut ditemukan virus dengue atau tidak, yang ditandai dengan adanya pasien penderita DBD," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Efi Setyawati Pertiwi, Rabu (20/3/2019) sore.

"Indikasi kedua adalah ditemukan jentik atau nyamuk dewasa pada radius 100 meter dari rumah pasien DBD," lanjutnya.

Efi mengatakan pihaknya harus lebih dulu memastikan wilayah yang akan di-fogging harus memenuhi syarat.

Hal tersebut dikarenakan fogging sama halnya dengan pemberian obat pada orang sakit sehingga harus sesuai dengan indikasinya.

"Kita juga akan melihat apakah di lingkungan tersebut ada penderita lain atau menderita panas tanpa sebab dengan jumlah tertentu dan kurun waktu yakni 10 hari," katanya.

33 Orang Terjangkit DBD, Pemkot Solo akan Terjunkan Juru Pemantau Jentik ke Setiap RT

Efi mengatakan jika tidak sesuai dengan indikasinya, fogging bisa berakibat kurang baik.

Fogging bisa mengakibatkan kekebalan pada nyamuk.

Selain fogging, sebagai langkah pencegahan, DKK Solo meminta kepada masyarakat mencegah nyamuk pembawa virus dengan menanam tanaman penghalau nyamuk seperti lavender, serai wangi hingga lemon balm.

"Selain itu bisa waspada dan mencegahnya dengan melaksanakan 3M plus, yaitu menguras bak mandi dan penampungan air, mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat air menggenang," katanya.

"Serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air, selain itu pencegahan juga dengan menggunakan losion anti nyamuk dan penggunaan abate," katanya. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved