Ini Pertimbangan Menteri Keuangan yang Akui Sulit Naikkan Cukai Rokok

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, terdapat banyak hambatan untuk menaikkan cukai rokok.

Ini Pertimbangan Menteri Keuangan yang Akui Sulit Naikkan Cukai Rokok
Kompas.com/Dian Maharani
Contoh bungkus rokok bergambar seram yang ditutup pita cukai. 

TRIBUNSOLO.COM - Harga rokok yang murah dianggap menjadi penyebab banyaknya generasi muda yang sudah mengonsumsi rokok.

Menaikkan cukai rokok pun dianggap menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi konsumsi rokok.

Cukai memang salah satu instrumen negara yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan barang yang dianggap dapat memberikan dampak buruh.

Akan tetapi, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, terdapat banyak hambatan untuk menaikkan cukai rokok.

Menurut Sri Mulyani, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, bila suatu barang dikenakan cukai atau dinaikkan tarif cukainya, maka pemerintah khususnya menteri keuangan harus melihat dampak yang ditimbulkan di berbagai sisi.

Untuk menaikkan cukai rokok ini misalnya, Kementerian Keuangan perlu mendapatkan masukan dari Kementerian Industi, Menteri Pertanian, Menteri Ketenagakerjaan, hingga Menteri Kesehatan.

"Kita harus membahas titik mana yang harus diambil prioritasnya."

"Kalau Anda mengatakan cukai itu Menteri Keuangan saja, memang yang mengadministrasikannya kami, tetapi itu adalah suatu hasil dari suatu keputusan bersama," ujar Sri Mulyani dalam acara Youth Town Hall, Kamis (21/3/2019).

Jokowi-Maruf Berniat Naikkan Cukai Rokok untuk Turunkan Angka Perokok

Permasalahan tak hanya timbul di pemerintahan pusat tetapi juga hingga ke pemerintah daerah.

Karena itu, menurut Sri Mulyani, kebijakan yang diambil berdasarkan bukti yang kuat sangat diperlukan.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved