Kpw Bank Indonesia Solo Terus Upayakan Pengusutan Kasus Uang Palsu Tuntas hingga ke Akar

Seperti diberitakan belum lama ini terjadi penggerebekan tempat produksi uang palsu di Sleman, Yogyakarta

Kpw Bank Indonesia Solo Terus Upayakan Pengusutan Kasus Uang Palsu Tuntas hingga ke Akar
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Edukasi keaslian uang di Kantor Perwakilan BI Solo 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo terus berupaya kasus peredaran uang palsu dapat diusut hingga ke akarnya.

"Karena berkaca dari kasus-kasus sebelumnya, pasti terputus di tengah jalan," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan BI Solo, Bakti Artanta, kepada Tribunsolo.com, saat ditemui dalam inspeksi mendadak (Sidak) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo, di Pasar Gede Solo, Rabu (20/3/2019).

Selama ini belum tersentuh hingga seperti apa produksi uang palsu tersebut.

Seperti diberitakan belum lama ini terjadi penggerebekan tempat produksi uang palsu di Sleman, Yogyakarta.

Malindo Air Hubungkan Permata Pariwisata di Semenanjung Malaysia, Melaka - Langkawi dan Kota Bharu

Polisi juga menangkap empat orang pelaku pemalsuan dan pengedaran uang palsu serta barang bukti uang tunai Rp 4,6 miliar.

Berkaca dari kasus tersebut harapannya dapat diselesaikan ke ranah hukum hingga tuntas.

Dia mengatakan di wilayah Soloraya, peredaran uang palsu masih terus ditemukan.

Di mana terakhir di Sukoharjo pada Februari 2019, ditemukan sekitar 60 lembar Namun selama ini penemuan uang palsu belum bisa sampai menguak pelaku di belakangnya.

Pernah Dibully, Penampilan Terbaru Amel Putri Ussy Sulistyawaty Sukses Pukau Warganet

Pihaknya juga menyampaikan sosialisasi untuk mengantisipasi peredaran uang palsu di wilayah Soloraya terus dimasifkan.

BI berharap dengan pemahaman terhadap keaslian uang di kalangan masyarakat bisa menekan adanya peredaran uang palsu.

Sosialisasi ke masyarakat tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah terus dilakukan.

"Kami sosialisasi ke sekolah, juga bekerja sama dengan Perbarindo Wonogiri untuk sosialisasi ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR)," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved