Maret 2019, Prediksi Inflasi Kota Solo Lebih Tinggi dari Maret 2018

Maret 2019, Kota Solo akan mengalami inflasi yang lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya, year on year (yoy).

Maret 2019, Prediksi Inflasi Kota Solo Lebih Tinggi dari Maret 2018
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Penjual bawang di Pasar Legi Surakarta 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta, R Bagus Rahmat Susanto, mengatakan pada Maret 2019 Kota Solo akan mengalami inflasi yang lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya, year on year (yoy).

Hal ini terjadi seiring dengan adanya harga-harga kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan.

"Seperti halnya komoditas bawang putih, di mana mengalami ganti harga, bukan lagi peningkatan harga karena dari harga sebelumnya selisihnya hampir Rp 15 ribu, begitu juga dengan komoditas bawang merah," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (21/3/2019).

Diketahui dari hasil sidak Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo di Pasar Gede Solo, harga komoditas impor bawang putih ini dibanderol Rp 45 ribu per kilogram (kg).

Padahal, harga pada pekan lalu Rp 30 ribu per kg.

Begitu juga dengan komoditas bawang merah, di mana per kg dibanderol Rp 40 ribu, pekan lalu harga yang beredar Rp 30 ribu per kg.

Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional Solo Naik Lagi, Jadi Rp 45 Ribu per Kilogram

Maka dari itu, diprediksi pada Maret 2019, inflasi lebih tinggi dibanding inflasi Maret 2018.

Diketahui periode tersebut inflasi Kota Solo 0,18 persen.

"Bahkan pada Februari 2019, Kota Solo yang mengalami deflasi 0,11 persen, bawang putih masuk penyumbang inflasi di periode tersebut," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua TPID Surakarta, sekaligus Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bandoe Widiarto, berujar memang untuk komoditas bawang putih merupakan komoditas impor sehingga melampaui jalur distribusi yang panjang.

Arusnya Indonesia impor dari China dan barang tersebut turunnya di Surabaya dan langsung trafiknya menuju Solo.

Namun adanya akses jalan tol trans Jawa seharusnya proses distribusi lancar tidak ada isu hambatan distribusi.

"Nanti kami akan telusuri bersama dengan para suplier besar bawang putih dari Solo untuk menanyakan kenaikan harga ini apakah adanya faktor barang dari China yang berkurang atau adanya faktor lain," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved