Memasuki Musim Penghujan, Begini Pencegahan DBD yang Disaran Dinas Kesehatan Kota Solo

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo meminta kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan sehingga tidak ada lagi korban yang terjangkit virus dengue.

Memasuki Musim Penghujan, Begini Pencegahan DBD yang Disaran Dinas Kesehatan Kota Solo
TribunSolo.com/Labib Zamani
Babinsa Kelurahan Mojosongo Koramil 04/Jebres, Sertu Aswan dan Kopka Endri saat mengikuti pemantauan penyuluhan demam berdarah dengue (DBD) di Kampung Debengan RT 003, RW 002 Mojosongo, Solo, Rabu (14/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Solo mengalami peningkatan di pekan ke-11 pada 2019.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo meminta kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan sehingga tidak ada lagi korban yang terjangkit virus dengue tersebut.

"Salah satunya masyarakat dapat membersihkan bak kamar mandi seminggu sekali, selain itu jangan biarkan ada genangan air di perkakas rumah tangga," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Efi Setyawati Pertiwi, Rabu (20/3/2019) sore.

Beberapa perkakas rumah tangga yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bersarang yakni baskom berisi air, vas bunga hingga ember.

Selain itu masyarakat juga dapat menggunakan kasa nyamuk untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar rumah.

Jumlah Penderita DBD Meningkat, Pemkot Solo Tak Bisa Asal Fogging

"Kasa nyamuk bisa dipasang di pintu dan jendela," katanya.

"Selain itu untuk anak-anak atau masyarakat bisa menggunakan lotion anti nyamuk atau menanam tanaman yang dapat menghalau nyamuk," katanya

Beberapa tanaman penghalau nyamuk yakni lavender, serai wangi hingga lemon balm.

Efi mengatakan sebanyak 33 kasus DBD melebihi akumulasi kasus selama satu tahun di 2018.

Puluhan kasus mayoritas menyerang anak usia sekolah dasar (SD) atau di bawah 10 tahun.

Hal tersebut karena angka kepadatan jentik nyamuk (house index) di sekolah yang seharusnya 0 persen, saat ini masih 5,2 persen.

Temuan 33 kasus itu menyebar di 12 kelurahan dengan angka tertinggi di Kelurahan Mojosongo dan Kadipiro (daerah endemis), masing-masing 11 dan 6 kasus. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved