Pilpres 2019

Beri Arahan Relawan, Djoko Santoso Sebut pada Masa Jokowi Ada 13 Juta Rakyat Tak Punya Rumah

Djoko Santoso memberikan arahan kepada relawan di Posko Garda Relawan Suka Prabowo (RSP) Solo, Jumat (22/3/2019).

Beri Arahan Relawan, Djoko Santoso Sebut pada Masa Jokowi Ada 13 Juta Rakyat Tak Punya Rumah
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso saat tiba di Posko Garda RSP di Jalan Rajiman nomor 483, Laweyan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno (Prabowo-Sandi) Djoko Santoso memberikan arahan pada relawan di Posko Garda Relawan Suka Prabowo (RSP) Solo,  Jumat (22/3/2019).

Mantan Panglima TNI itu hadir sendiri di Jalan Rajiman nomor 483, Laweyan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, tanpa sejumlah elite BPN seperti yang biasa bersamanya.

Djoko lantas didaulat memberikan sambutan yang dikemas dengan santai di depan pintu posko yang sebelumnya diresmikan oleh Rachmawati Soekarnoputri tersebut.

Mengawali sambutan, Djoko bernostalgia jika dia menjadi warga asli Solo karena lahir dan tumbuh besar di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon sebelum menjadi TNI.

Presiden Jokowi Janji Bangun 3 Infrastruktur Demi Kelancaran MotoGP Indonesia

"Nah dengan waktu yang ada, kita harus merapatkan barisan," harap dia kepada puluhan relawan yang hadir.

Bahkan Djoko sempat menyebut permasalahan bangsa selama pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Dua tahun yang lalu, ada 13 juta rakyat kita tidak punya rumah," ungkap dia.

"Empat juta rumah rakyat kita juga tidak layak huni," jelasnya menegaskan.

Batal Beri Arahan Hari Ini, Djoko Santoso Akan Temui Relawan di Solo Besok Pagi

Menurut dia, bersama Prabowo-Sandi pihaknya juga berharap rakyat tidak boleh lapar dan sakit.

"Rakyat harus pintar," katanya.

Dia menambahkan, pada zaman saat ini dengan persaingan global, pihaknya meminta jangan lengah.

"Karena kalau lengah dan lemah kita kalah," tutur dia.

"Kita jangan sampai jadi bangsa kalah lagi, seperti yang pernah dialami oleh kakek dan nenek sayang," harap dia. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved