Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Jokowi Klaim MRT Hasil Putusannya dengan Ahok, Rizal Ramli: Berlebihan, Cerminkan Pola Pikir Kerdil

Rizal Ramli mengomentari pernyataan Joko Widodo terkait proyek MRT. Ia menyebut bahwa itu klaim berlebihan.

Penulis: Rohmana Kurniandari | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNNEWS.COM
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus mantan Menteri Keuangan, Rizal Ramli. 

TRIBUNSOLO.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait proyek MRT.

Awalnya, ada sebuah media nasional yang memberitakan bahwa Jokowi mengklaim proyek MRT tersebut merupakan hasil keputusan politiknya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Artikel di sebuah media itu lantas mendapat banyak komentar dari warganet dan sejumlah tokoh penting.

Satu di antaranya yakni warganet pengguna akun @elisa_jkt.

Jokowi Kerap Salah Sebut Nama Tempat & Waktu: Saya Setiap Jam Ganti Provinsi, Kabupaten, Ganti Kota

Warganet tersebut menyinggung nama mantan Gubernur DKI Jakarta sebelum Jokowi, Fauzi Bowo.

"Hadeuh pak..

setega-teganya orang ya jangn gitu-gitu amat lah.

Segala perjanjian utang, studi, perda, PT MRT hingga persiapan tender dibikin di jaman Fauzi Bowo gitu...

Situ berdua ngurusin tanah Fatmawati aja nggak beres-beres," tulis akun @elisa_jkt.

Hingga komentar itu menarik perhatian Rizal Ramli.

Melalui akun Twitternya, @RamliRizal, Rizal Ramli menyebut bahwa seseorang yang over claim atau melakukan klaim berlebihan dan tidak menghargai sumbangan orang lain mencerminkan pola pikirnya yang kerdil dan cupet.

Ia lantas menyebut bahwa Indonesia terlalu besar untuk dipimpin oleh orang-orang kerdil dan cupet.

"Seseorang yg melakukan klaim berlebihan (over-claim), tidak menghargai sumbangan orang lain, mencerminan pola fikir yang kerdil dan cupet

Maaf bangsa Indonesia terlalu besar untuk dipimpin oleh orang2 kerdil dan cupet," cuit Rizal Ramli, Jumat (22/3/2019).

Jokowi Sebut MRT Hasil Putusannya dengan Ahok, Fahri Hamzah dan Said Didu Kompak Tulis Sindiran

Sebelumnya, nama Rizal Ramli juga disebut oleh sahabat Mahfud MD, Said Didu.

Melalui cuitannya, Jumat (22/3/2019), Said Didu menyindir Jokowi karena telah membuat klaim MRT merupakan proyeknya.

"Hahaha diklaiam lagi.

Ini pekerjaan lintas pemerintahan.

Lama2 candi borobudur juga diklaim.

Kata pak @RamliRizal "over-claimed"," tulis Said.

Diberitakan sebelumnya, warga Jakarta berkesempatan untuk menjajal moda transportasi baru, MRT, pada 12-23 Maret 2019.

Dikutip dari Kompas.com, mereka hanya diharuskan untuk mendaftar di laman www.ayocobamrtj.com untuk mendapatkan tiket tanpa dipungut biaya.

Pada Kamis (21/3/2019) sore, Presiden Jokowi juga sudah menjajal langsung MRT ditemani sejumlah pejabat.

Jokowi sempat menyebut, keputusan untuk menghadirkan MRT Jakarta merupakan keputusan politiknya saat menjabat gubernur DKI bersama Ahok/BTP, yang kala itu wakil gubernur.

"Itu pun putusan politiknya, kita putuskan saat saya jadi Gubernur saat itu dengan Pak Ahok," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

Jokowi meminta para pengusaha yang hadir dalam acara itu segera menjajal MRT yang saat ini masih dalam tahap ujicoba.

Ia juga mengatakan, pembangunan MRT di Jakarta sebenarnya sudah terlambat.

Ratusan Buruh Gendong di Solo Hadirkan Jajanan Pasar saat Deklarasi Dukung Jokowi

Proyek itu menurut dia sudah diajukan sejak 30 tahun silam, tapi selalu ditolak oleh gubernur-gubernur sebelumnya.

Alasannya karena tak membawa keuntungan.

Namun, Jokowi mengaku ia tidak melihat untung dan rugi saat memutuskan untuk membangun MRT.

"Yang namanya transportasi massal itu ya rugi. Saat itu saya dipaparkan rugi. Kalau untung rugi, itu untuk para pengusaha."

"Kalau untuk negara, hitungannya bukan untung dan rugi," kata Jokowi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved