Sediakan Nasi Tumpeng, Solidaritas Pekerja Lintas Sektor Solo Raya Doakan Keselamatan Bangsa

Mereka yang terdiri dari ratusan warga itu ingin mendoakan keselamatan Bangsa Indonesia jelang Pemilu 2019

Sediakan Nasi Tumpeng, Solidaritas Pekerja Lintas Sektor Solo Raya Doakan Keselamatan Bangsa
Istimewa
Pemotongan tumpeng dan aksi membentangkan aspirasi pekerja lintas sektor Solo Raya kepada pemarintah di Asrama Pekerja Wanita, Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Surakarta, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, pada Sabtu (23/3/2019) malam. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Solidaritas Pekerja Lintas Sektor Solo Raya menggelar aksi doa bersama di Asrama Pekerja Wanita, Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Surakarta, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, pada Sabtu (23/3/2019) malam.

Mereka yang terdiri dari ratusan warga itu ingin mendoakan keselamatan Bangsa Indonesia jelang Pemilu 2019.

Dalam hal itu, tradisi tumpengan atau syukuran dengan nasi tumpeng dilakukan.

Ketua Panitia Acara, Haryo Pintoko, mengatakan, suhu panas politik tengah terjadi di Indonesia menuju kurang dari sebulan Pemilu 2019.

"Apalagi jelang Pilpres 2019, serangan hoaks, fitnah dan hasutan kebencian semakin merajalela di sosial media, intinya kita mendoakan bangsa Indonesia, agar pesta demokrasi berjalan dengan baik tanpa halangan apapun, dan rakyat kecil sejahtera," ujarnya.

Lion Air Pensiunkan Boeing 737-400, Datangkan Airbus 330-900NEO

Dirinya tidak ingin solidaritas pekerja lintas sektor di Solo Raya yang sudah terbangun rukun dapat runtuh hanya karena berbeda pandangan politik.

Mereka terdiri dari pengrajin alat musik, kayu, triplek, tekstil, sektor industri, buruh, garmen, kayu lapis dan sebagainya berasal dari wilayah Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri dan Sragen.

"Sebisa mungkin kita semua bersaudara, bukan karena beda pilihan lantas jadi terpecah belah, apalagi kaum buruh dan pekerja," ujarnya

Bersamaan pada saat dilakukan pemotongan tumpeng usai doa bersama, sejumlah pekerja turut membentangkan kertas berisi tulisan bernada aspirasi yang ditujukan bagi pemerintah.

Kampanye di Manado, Prabowo Catat Kebocoran Anggaran Negara Mencapai Rp 1.000 Triliun

Mereka mendesak kepada pemerintah terkait isu ketenagakerjaan atas keluaranya peraturan pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan agar dicabut.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved