YLKI Sebut Penerapan Tarif Batas Atas dan Bawah Ojek Online Tepat

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat karena melindungi konsumen dan perusahaan aplikator ojek

YLKI Sebut Penerapan Tarif Batas Atas dan Bawah Ojek Online Tepat
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Sejumlah massa ojek online berunjuk rasa saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyambut baik kebijakan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online yang ditetapkan Kementerian Perhubungan, Senin (25/3/2019).

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat karena melindungi konsumen dan perusahaan aplikator ojek online.

"Batas atas untuk menjamin agar tidak terjadi eksploitasi tarif pada konsumen yang dilakukan oleh aplikator, dan tarif batas bawah untuk melindungi agar tidak ada banting tarif dan atau persaingan tidak sehat antar aplikator," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3/2019).

Tulus menuturkan, skema tarif dengan batas atas dan batas bawah merupakan hal yang lazim ditemui, meski status hukum ojek online bukan sebagai angkutan umum.

Di Jombang, Ada Anak Sapi Lahir dengan 3 Mata dan 4 Lubang Hidung

YLKI juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang mengintervensi penerapan tarif ojek online atau aspek operasional lainnya.

"Tanpa campur tangan pemerintah dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi hak-hak konsumen sebagai pengguna ojol atau bahkan hak-hak pengemudi sebagai operator ojol," ujarnya.

Pihaknya meminta Kementerian Perhubungan bersinergi dengan Kementerian Kominfo untuk melakukan pengawasan agar tidak ada pelanggaran, baik oleh pengemudi atau aplikator.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menentukan besaran tarif ojek online menjadi tiga zona.

Sistem zonasi ini terdiri dari zona I yang meliputi Sumatera, Jawa selain Jabodetabek dan Bali.

Kurniawan Eddy Tjokro Pakai Rompi Tahanan KPK setelah Diperiksa terkait Kasus Korupsi Krakatau Steel

Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved