Asosiasi Pertekstilan Indonesia Dorong Pemerintah Terbitkan UU Ketahanan Sandang

Industri tekstil di Indonesia disebut memiliki potensi besar untuk tumbuh.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia Dorong Pemerintah Terbitkan UU Ketahanan Sandang
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Seminar Keuntungan Produk Tekstil Kapas AS dan Tren Mode Masa Depan di Pasar Global yang diselenggarakan di Alila Solo Hotel, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Industri tekstil di Indonesia disebut memiliki potensi besar untuk tumbuh.

Meski begitu, perlu sejumlah terobosan yang harus dilakukan untuk menggenjot produktivitas industri tekstil nasional. 

"Maka dari itu melihat kondisi pasar bebas seperti saat ini, kami ingin pemerintah membentuk suatu Undang-undang (UU) Ketahanan Sandang, agar industri tekstil di Indonesia terus bertumbuh," kata Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Bidang Kompartemen Lingkungan Hidup, Harrison Silaen kepada TribunSolo.com, usai acara seminar Keuntungan Produk Tekstil Kapas AS dan Tren Mode Masa Depan di Pasar Global yang diselenggarakan di Alila Solo Hotel, Selasa (26/3/2019).

UU tersebut juga untuk menjawab kendala persaingan global yang semakin ketat terutama masalah cost produksi.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia Dorong Pemerintah Kembangkan Bahan Baku Kapas untuk Industri

Di mana hal tersebut berhubungan dengan material produksi yang masih banyak impor, terutama kapas.

"Maka dari itu dengan adanya UU Ketahanan Sandang akan bisa mengatur hal tersebut," imbuhnya.

Seminar Keuntungan Produk Tekstil Kapas AS dan Tren Mode Masa Depan di Pasar Global yang diselenggarakan di Alila Solo Hotel, Selasa (26/3/2019).
Seminar Keuntungan Produk Tekstil Kapas AS dan Tren Mode Masa Depan di Pasar Global yang diselenggarakan di Alila Solo Hotel, Selasa (26/3/2019). (TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI)

Juga agar kebutuhan bahan baku serta tata laksana perdagangan dan perindustrian bisa diatur.

Ditambahkan Harrison, indonesia membutuhkan kain katun 1,8 juta ton per tahun.

Industri Tekstil Terus Bertumbuh, Jawa Tengah Jadi Pasar Cotton USA Tertinggi di Indonesia

Sedangkan kapasitas produksinya baru 1,3 juta ton per tahun.

Untuk bahan polyester kita butuh 2,3 juta ton pertahun dan baru bisa memproduksi 1,6 juta ton per tahun.

"Harapannya hadirnya Cotton USA di Indonesia harapannya semakin meningkatkan kualitas dan harga di pasar global, sehingga produk Indonesia dapat diterima di pasar Internasional," katanya.

Mengetahui untuk ekspor Tekstil produk Tekstil (TPT) Indonesia cukup baik meski nilainya masih dibawah target.

Di 2018 nilai ekspor kita mencapai 13,2 miliar USD sedangkan targetnya senilai 15 miliar USD. (*)

 
 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved