Ribuan Ibu dan Anak Usia PAUD di Sukoharjo Membuat Celengan dari Bahan Bekas

Sebanyak 7.662 orang yang terdiri dari ibu, guru, dan anak usia PAUD di Sukoharjo membuat celengan dari bahan bekas.

Ribuan Ibu dan Anak Usia PAUD di Sukoharjo Membuat Celengan dari Bahan Bekas
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Sebanyak 7.662 orang yang terdiri dari ibu, guru, dan anak usia PAUD di Sukoharjo membuat celengan dari bahan bekas, Sabtu (30/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 7.662 orang yang terdiri dari ibu, guru, dan anak usia PAUD di Sukoharjo membuat celengan dari bahan bekas.

Mereka rata-rata membuat celengan dari bahan dasar botol bekas dan kardus bekas yang mereka sulap menjadi celengan.

Celengan-celengan tersebut lalu mereka hias dengan kertas dan asesoris lainnya sehingga terlihat sangat menarik.

Celengan tersebut kemudian mereka bawa ke Gedung PGRI Sukoharjo untuk dipamerkan, pada Sabtu (30/3/2019).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Darno, mengatakan kegiatan kali ini untuk menguatkan pendidikan karakter anak.

Latih Mental dan Fisik, Siswa SMK di Sukoharjo Bakal Laksanakan Ujian Selama 1,5 Bulan

"Anak-anak usia dini sebagai penentu bangsa kita, dalam 20 tahun mendatang, dengan kegiatan ini anak-anak dilatih untuk kreatif dan inovatif, membuat celengan dengan berbagai inovasi," katanya.

Hal ini untuk penguatan karakter mandiri, inovasi, dan kreasi.

Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani, saat berdiri di tengah-tengah ribuan pasangan ibu-anak di Gedung PGRI Sukoharjo, Sabtu (30/3/2019).
Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani, saat berdiri di tengah-tengah ribuan pasangan ibu-anak di Gedung PGRI Sukoharjo, Sabtu (30/3/2019). (TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI)

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan bahan bekas supaya bermanfaat," ucapnya.

Dia menambahkan, bangsa di dunia mengejarkan pendidikan kepada anak agar lebih inovatif dan kreatif.

Panitia akan Bagikan 7 Ribu Makanan Khas Solo di Solo Indonesia Culinary Festival 2019 Mendatang

"Orang tua di negara maju lebih suka anaknya ikut lomba daripada juara kelas," katanya.

Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani, menambahkan di era modern seperti saat ini, orang tua harus bisa membentuk dasar anak untuk berfikir, kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan.

Selain itu, dengan pemanfaatan daur ulang sampah ini, bisa untuk mengkampanyekan isu-isu lingkungan.

"Cuaca yang tidak menentu, merupakan pertanda bumi terjadi banyak perubahan."

"Musim hujan berkepanjangan akan menyebabkan banjir untuk itu sungai harus di jaga agar tidak tersumbat, oleh karena itu kita harus mengkampanyekan isu-isu lingkungan," ungkap Etik. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved