Presiden Jokowi, Menteri, Gubenur, dan Bupati Sukoharjo Hadiri Peringatan Isra Miraj di Solo Baru

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi istrinya, Iriana Joko Widodo hadir dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Presiden Jokowi, Menteri, Gubenur, dan Bupati Sukoharjo Hadiri Peringatan Isra Miraj di Solo Baru
KOMPAS.com/RAJA UMAR
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan ulama dan pimpinan pondok pesantren atau dayah yang ada di Aceh, Jumat (14/12/2018). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi istrinya, Iriana Joko Widodo hadir dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 2019 M / 1440 H.

Acara tersebut akan digelar di GOR Pandawa Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (3/4/2019) malam.

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin juga turut hadir dan memberi sambutan dalam acara tersebut.

Turut Peringati Isra Miraj, Maia Estianty Unggah Foto Lawas Al El Dul Saat Sunatan 10 Tahun Lalu

Menag menilai, momen Isra Mi'raj dapat dijadikan sebagai refleksi dan pembentengan diri, moral, dan mental.

"Sebagai bagian dari umat muslim besar di dunia, kita beri pelajaran kepada masyarakat dunia islam sebagai agama yang toleran dan bersahabat," katanya saat sambutan.

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani juga hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang di dampingi istrinya juga hadir.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya tampak hadir didampingi istrinya, Etik Wardoyo.

Dan sekitar 6.000 tamu undangan memenuhi tempat diselenggarakannya Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Jokowi dalam pidatonya mengatakan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang besar, dengan penduduk yang tersebar di berbagai pulau.

Unggah Video Keseruan Jokowi dan Jan Ethes saat Main di Mall, Putri Patricia: Gemes Maksimal

"Negara kita masyarakatnya majemuk, berbeda-beda terdiri dari berbagai agama, suku, bahasa, dan budaya," katanya saat sambutan.

Jokowi menilai perbedaan tersebut merupakan anugerah bagi bangsa Indonesia.

"Jangan sampai perbedaan ini memecah belah kita, itu sudah menjadi anugrah bangsa kita," katanya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved