BPJS Ketengakerjaan Gandeng Disdagkop UKM Sukoharjo untuk Tingkatkan Keikutsertaan Peserta dari UMKM

BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Disdagkop UKM Kabupaten Sukoharjo, ditandai pendatangan MoU di Gedung PPPD Sukoharjo, Kamis (4/4/2019).

BPJS Ketengakerjaan Gandeng Disdagkop UKM Sukoharjo untuk Tingkatkan Keikutsertaan Peserta dari UMKM
TribunSolo.com/Agil Tri
BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Disdagkop UKM kabupaten Sukoharjo yang ditandai dengan pendatangan MoU, di Gedung Gelar Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD), Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Disdagkop UKM Kabupaten Sukoharjo yang ditandai dengan pendatangan MoU, di Gedung Gelar Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD), Kamis (4/4/2019).

Sebanyak 19 ribu pelaku usaha kecil dan menengah tercatat dalam data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Sukoharjo.

Namun dari sekian banyak UMK yang tercatat, masih sangat minim sekali yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Fokus Tingkatkan Kepesertaan Sektor UMKM

Menurut Dicky Hardiyanto, DPC Perintis BPJS Ketenagakerjaan Sukoharjo, sebanyak 350 badan usaha mikro yang baru terdaftar.

"Pada triwulan ini saja baru 75 badan usaha mikro yang sudah mendaftar," katanya.

Padahal, BPJS Ketenagakerjaan Sukoharjo menargetkan seribu badan usaha yang ingin diberi perlindungan.

"Kita realistis, tidak mungkin sekaligus langsung 19 ribu badan usaha itu mendaftar, jadi kami akan melakukannya secara bertahap," katanya.

Untuk memudahkan pencapaian itu, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Disdagkop UKM kabupaten Sukoharjo.

"Kita gandeng Disdagkop dan UKM untuk mengajak pelaku UKM menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Kemenkominfo Ajak Warga Solo Jadi Peserta BPJS 2019, Kini Bisa Daftar Online via Play Store

Dengan kerjasama ini, dia berharap mampu memberikan sosialisasi kepada seluruh UKM yang ada di Kabupaten Sukoharjo mengenai manfaat BPJS tenagakerjaan.

Sementara itu, Yosef Rizal menambahkan BPJS Ketenagakerjaan punya prinsip untuk memberi perlindungan kepada semua tenaga kerja dan pelaku usaha.

"Dengan membayar Rp 9.600/orang biayanya kan murah, harga kopi dan rokok berapa, itu tinggal pilihan setiap orang," katanya.

Dengan biaya iyuran Rp 9.600 itu, pengguna BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan dua fasilitas, yaitu jaminan ketenagakerjaan dan pensiunan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved