Romahurmuziy Ditangkap KPK

Dirawat di Rumah Sakit, Penahanan Romahurmuziy Dibantarkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M. Romahurmuziy di Rumah Sakit Polri.

Dirawat di Rumah Sakit, Penahanan Romahurmuziy Dibantarkan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umumm PPP Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy keluar gedung KPK Jakarta memakain rompi tahanan usai diperiksa oleh penyidik, Sabtu (16/3/2019). Romahurmuziy ditahan oleh KPK usai ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M. Romahurmuziy di Rumah Sakit Polri.

Romahurmuziy merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Romahurmuziy dirawat di sana sejak 2 April 2019.

Meski demikian, Febri tak menjelaskan secara rinci kondisi medis Romahurmuziy.

"Belum bisa dilakukan perpanjangan penahanan karena yang bersangkutan sedang dibantarkan karena ada kebutuhan perawatan secara medis yang tidak bisa ditanggulangi atau ditangani di Rutan maka dibantarkan ke RS Polri," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/4/2019) malam.

Panggil Sekjen Kemenag sebagai Saksi Romahurmuziy, KPK Dalami Dasar Hukum & Seleksi Pimpinan Tinggi

Sementara itu, KPK memperpanjang penahanan dua tersangka lainnya selama 40 hari, terhitung 4 April 2019.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Dalam kasus ini, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari Haris dan Muafaq.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romahurmuziy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil 5 Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Kemenag

Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sakit, Romahurmuziy Dilarikan ke RS Polri"
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved