Istri Bupati Sukoharjo Berikan Tips Sukses Politik Bagi Wanita

Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani mengapresiasi partisipasi politik kaum perempuan, kuota 30 persen perempuan di Sukoharjo terpenuhi.

Istri Bupati Sukoharjo Berikan Tips Sukses Politik Bagi Wanita
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani saat wawancara dengan wartawan, di Rumah Makan Soto Harto Sukoharjo, Rabu (10/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Peran wanita dalam perpolitikan di tanah air terus digenjot oleh pemerintah.

Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mengeluarkan menerbitkan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin peningkatan keterwakilan perempuan di kursi DPR.

Peraturan ini dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang di dalamnya juga mengatur pemilu tahun 2009.

Bupati Wardoyo Wijaya Apresiasi Pemusnahan Ribuan Miras, Berharap Sukoharjo Damai hingga Pemilu Usai

Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani mengapresiasi partisipasi politik kaum perempuan, yang mana kuota 30 persen perempuan di Sukoharjo telah terpenuhi.

"Mudah-mudahan suara perempuan di Parlemen terus bertambah," imbuhnya.

Dia juga memberikan tips sukses kepada perempuan yang ingin terjun dalam kancah politik.

"Yang pertama harus yakin dan Percaya Diri (PD), lalu ada keberanian, dan ada dukungan dari orang lain serta dukungan finansial," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (10/4/2019).

"Jika ada orang kaya, tidak punya banyak teman ya sama saja, lalu bermasyarakatnya juga baik, InsyaAllah bisa."

Dia menambahkan, hal-hal tersebut saling berkaitan, dan tidak bisa dipisahkan.

Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo Sebut Perempuan Masa Kini Harus Mengerti Politik

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD jawa Tengah, Sumarsono Menambahkan, dalam era sekarang tidak ada lagi jarak antara perempuan dan laki-laki.

"Sehingga peran perempuan dalam beberapa bidang bisa signifikan."

"Kalau dulu ada kendala dari budaya dan kebiasan, saat ini sudah berbeda, tidak ada perbedaan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved