Pemilu 2019

1.241 TPS di Solo Dinyatakan Masuk Kategori Rawan, Ini Penjelasan Bawaslu Solo

Sekitar 71,50 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Solo dinyatakan masuk kategori rawan.

1.241 TPS di Solo Dinyatakan Masuk Kategori Rawan, Ini Penjelasan Bawaslu Solo
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Pimpinan Bawaslu Solo tengah menggelar jumpa pers di kantornya di Jalan Panembahan, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (12/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sekitar 71,50 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Solo dinyatakan masuk kategori rawan.

Adapun titik TPS dalam Pemilu 2019 kategori rawan itu, dirilis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo melalui jumpa pers di kantornya di Jalan Panembahan, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (12/4/2019).

Jumpa pers dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono dan diikuti Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Solo, Poppy Kusuma serta Divisi Hukum Data Informasi Bawaslu Solo, Agus Sulistyo.

Bawaslu Sukoharjo Ingatkan Ketentuan Iklan dan Masa Tenang Pemilu 2019

Budi memaparkan, 71,50 persen itu mencakup 1.241 titik dari total TPS dalam Pemilu 2019 di Solo yang berjumlah 1.734 TPS.

"Jadi yang masuk kategori rawan cukup banyak, 71,50 persen atau 1.241 TPS," paparnya.

"Kami minta semua, baik Bawaslu hingga KPU pada umumnya bekerja keras, termasuk menjaga integritas serta keseriusan KPPS dan PPS," tuturnya.

Menurut dia, penetapan TPS rawan itu berdasarkan pemetaan dan kajian yang dilakukan Bawaslu Solo sejak 25 Maret 2019.

"Namun variabel kerawanan menurut kami, berbeda dengan variabel kerawanan dari kepolisian," ungkap dia.

DPTb Tahap Tiga KPU Sukoharjo, Sebanyak 2.170 Pemilih Masuk dan 2.857 Pemilih Keluar

Divisi Hukum Data Informasi Bawaslu Solo, Agus Sulistyo menambahkan, yang dimaksud rawan yakni bukanlah TPS yang memiliki eskalasi konflik tinggi, melainkan potensi gangguan atau hambatan terhadap berlangsungnya proses Pemilu 2019.

"Kita petakan ada yang sewaktu-waktu terganggu, mulai dari pemilih datang, pencoblosan hingga penghitungan suara," jelasnya. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved