FSKN Berharap Presiden RI Terpilih Beri Perhatian Khusus untuk Kerajaan di Tanah Air

Dewan Pakar FSKN, KP Eddy Wirabhumi juga mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menjalin komunikasi dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia

FSKN Berharap Presiden RI Terpilih Beri Perhatian Khusus untuk Kerajaan di Tanah Air
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Dewan Pakar FSKN, KP Eddy Wirabhumi (tengah) usai rapat setahun istana mataram di Hotel Amarelo, Solo, Minggu (14/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Forum Silaturahmi Kerajaan Nusantara (FSKN) berharap siapapun Presiden yang terpilih di Pemilu 2019 bisa memberi perhatian khusus kepada kerajaan-kerajaan di Indonesia.

“Indonesia dahulu didirikan atas dukungan seluruha kerajaan yang ada, dahulu kami-kami inilah yang dengan suka rela menyerahkan mandat kekuasaan kepada Pemerintah Indonesia waktu itu,” kata Ketua FSKN, Datuk Adil Fredy Haberham saat jumpa pers di Hotel Amarelo, Minggu (14/4/2019) siang.

Namun dirinya juga menekankan pentingnya netralitas bagi seluruh kerajaan di Indonesia.

Hal ini didasarkan pada wajibnya kerajaan mengayomi semua golongan.

“Yang pertama dan terutama, raja, sultan, sunan, pelingsir, maupun pemuka adat lainnya harus berada di atas semua golongan," katanya.

"Tidak boleh memihak satu dan lainnya,” katanya.

Astra Motor Jateng Ajak Wanita Jadikan Safety Riding Sebagai Gaya Hidup

Sementara itu, Dewan Pakar FSKN, KP Eddy Wirabhumi juga mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menjalin komunikasi dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Dirinya juga berharap komunikasi tersebut tidak berhenti di tataran wacana saja.

“Kami berharap tidak berhenti di tingkat komunikasi tapi masuk pada program nyata kegiatan pelestarian tradisi budaya seluruh nusantara," katanya.

"Kami tentu ingin jalinan komunikasi antara pemerintah dengan kerajaan itu selangkah lebih dekat menuju program nyata,” katanya.

Tuntut Pengesahan Perda, Yayasan Kakak Solo Tunjukkan 7 Kawasan yang Harus Bebas Rokok

Kendati demikian, tak dipungkiri masing-masing raja secara pribadi tetap memiliki hak politik sebagai warga negara.

Namun ia mengimbau agar raja-raja tersebut tidak mengatasnamakan dukungan tersebut kepada kerajaan mereka. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved